Tautan-tautan Akses

BPS: Inflasi Mei Sebesar 0,32 Persen


Layar yang menampilkan indeks pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, 8 September 2020. (REUTERS/Willy Kurniawan)
Layar yang menampilkan indeks pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, 8 September 2020. (REUTERS/Willy Kurniawan)

Badan Pusat Statistik (BPS) menghitung inflasi pada Mei 2021 sebesar 0,32 persen dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm). 

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan 78 kota dari 90 kota yang dipantau BPS mengalami inflasi pada Mei 2021. Sedangkan 12 kota lainnya mengalami deflasi. Atau secara keseluruhan mengalami inflasi sebesar 0,32 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara jika dibandingkan inflasi tahun ke tahun atau Mei 2021 terhadap Mei 2020 sebesar 1,68 persen.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto. (Foto: Tangkapan layar YouTube BPS)
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto. (Foto: Tangkapan layar YouTube BPS)

"Jadi kenaikan di bulan Mei akibat adanya puasa maupun Hari Raya tidak terasa meningkatkan harga-harga di bulan Mei," jelas Setianto dalam konferensi pers daring, Rabu (2/6/2021).

Setianto menambahkan inflasi tertinggi terjadi di Manokwari, Papua Barat sebesar 1,82 persen dan terendah terjadi di Tembilahan, Riau sebesar 0,01 persen. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Timika, Papua sebesar 0,83 persen dan terendah terjadi di Palembang sebesar 0,02 persen.

Inflasi terjadi karena ada kenaikan harga kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,32 persen. Disusul kelompok pakaian dan alas kaki, serta kelompok perumahan seperti air dan listrik.

BPS: Inflasi Mei Sebesar 0,32 Persen
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:02:01 0:00

"Untuk transportasi kalau kita lihat secara rinci andil terbesar adalah jasa angkutan penumpang dengan andil 0,07 persen," tambahnya.

Kenaikan Inflasi Merupakan Sinyal Positif?

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rusli Abdullah menilai tren kenaikan inflasi tersebut sebagai sinyal yang positif. Sebab, hal tersebut menunjukkan permintaan masyarakat atau daya beli masyarakat mengalami peningkatan saat puasa atau Lebaran.

Grafik Inflasi Indonesia tahun 2020 - 2021. (Foto: BPS)
Grafik Inflasi Indonesia tahun 2020 - 2021. (Foto: BPS)

"Ini adalah sinyal yang baik bahwa ada permintaan yang terstimulus terutama transportasi, pakaian dan alas kaki karena Lebaran kemarin," jelas Rusli kepada VOA, Rabu (2/6/2021).

Indef memperkirakan tren inflasi dalam beberapa bulan ke depan akan mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat. Menurutnya, tren ini juga selaras dengan nilai ekspor Indonesia.

Dalam catatan BPS, nilai ekspor Indonesia pada April 2021 mencapai USD 18,48 miliar atau naik tipis 0,69 persen dibanding ekspor Maret 2021. Namun nilai ekspor naik cukup signifikan sebesar 51,94 persen jika dibandingkan April 2020. Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari-April 2021 mencapai USD 67,38 miliar atau naik 24,96 persen dibanding periode yang sama tahun 2020. [sm/em]

Recommended

XS
SM
MD
LG