Tautan-tautan Akses

Bloomberg Sumbang $4,5 Juta kepada Sekretariat Perubahan Iklim PBB


Sekjen PBB Antonio Guterres (kanan) menunjuk Michael Bloomberg sebagai utusan khusus untuk aksi iklim PBB pada bulan Maret lalu.

Mantan Walikota New York Michael Bloomberg hari Minggu (22/4) mengumumkan ia menyumbang 4,5 juta dolar kepada Sekretariat Perubahan Iklim PBB untuk menutupi kesenjangan pendanaan pemerintah Amerika setelah Amerika mundur dari kesepakatan iklim internasional Paris.

Yayasan amal Bloomberg mengatakan uang itu akan mendukung kerja yang dilakukan negara-negara berkembang untuk mencapai target mereka berdasar perjanjian itu serta "mempromosikan aksi iklim" di antara kota-kota dan bisnis.

Perjanjian tahun 2015 yang ditandatangani lebih dari 200 negara dan entitas itu bertekad mengekang karbon dioksida dan emisi gas lain rumah kaca untuk mencoba membatasi kenaikan suhu global.

Pemerintahan mantan Presiden Barack Obama termasuk penandatangan perjanjian itu, tetapi Presiden Donald Trump menyatakan akan mundur dari perjanjian itu. Trump berkampanye sebagai pendukung bahan bakar fosil dan skeptis terhadap perubahan iklim secara ilmiah, dan mengatakan kesepakatan Paris akan menyebabkan bisnis Amerika kehilangan jutaan pekerjaan.

Tahun lalu, Bloomberg menyumbang jumlah yang sama dan berjanji akan terus menyumbang. Dalam wawancara dengan stasiun televisi CBS News yang disiarkan hari Minggu, ia mengatakan, Trump mampu mengubah sikap.

Amerika adalah salah satu penghasil karbon dioksida terbesar di dunia.

Tetapi pada akhir Maret, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan, lewat bisnis dan otoritas lokal, Amerika "mungkin bisa memenuhi komitmen yang dibuatnya di Paris sebagai satu negara."

Guterres menunjuk Bloomberg sebagai utusan khusus untuk aksi iklim pada bulan Maret. Dalam cuitan di Twitter hari Minggu, Guterres berterima kasih kepada Bloomberg "atas dukungannya yang dermawan kepada PBB dan kepemimpinan globalnya bagi aksi iklim." [ka/jm]

XS
SM
MD
LG