Tautan-tautan Akses

AS

Blinken Berbicara dengan Para Pejabat Tinggi India untuk Perkokoh Hubungan


Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar dan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengadakan konferensi pers bersama di Jawaharlal Nehru Bhawan (JNB) di New Delhi, India 28 Juli 2021. (Foto: REUTERS/Jonathan Ernst)

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berbicara dengan para pejabat tinggi India, Rabu (28/7), dalam pertemuan-pertemuan yang diperkirakan memperdalam hubungan antara sekutu penting yang sama-sama bersaing dengan China yang sedang bangkit.

Blinken dan Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar membahas penguatan keterlibatan Indo-Pasifik, yang dipandang sebagai balasan terhadap China, serta catatan HAM New Delhi baru-baru ini dan masalah yang terkait dengan pandemi virus corona dan perubahan iklim. Kemungkinan pertemuan puncak para pemimpin Quad di AS akhir tahun ini juga menjadi bagian dari agenda pembicaraan.

Blinken mengawali kegiatan pada Rabu (28/7) dengan berbicara dalam forum Meja Bundar Masyarakat Madani, di mana ia mengatakan bahwa India dan Amerika Serikat memiliki nilai-nilai demokrasi yang sama, dan penting menjalin kerja sama.

AS dan India adalah bagian dari aliansi regional Quad yang juga mencakup Jepang dan Australia. Aliansi itu dibentuk dalam upaya membantu mengantisipasi pertumbuhan kekuatan ekonomi dan militer China. Washington telah lama memandang New Delhi sebagai mitra utama dalam upaya untuk menanggulangi peningkatan keagresifan China di kawasan Indo-Pasifik, dan hubungan di antara mereka telah meningkat selama beberapa tahun terakhir.

Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar dan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken tiba untuk konferensi pers bersama di Jawaharlal Nehru Bhawan (JNB) di New Delhi, India 28 Juli 2021. (Foto: REUTERS/Jonathan Ernst)
Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar dan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken tiba untuk konferensi pers bersama di Jawaharlal Nehru Bhawan (JNB) di New Delhi, India 28 Juli 2021. (Foto: REUTERS/Jonathan Ernst)

Kunjungan Blinken ke India dilakukan hanya beberapa hari setelah wakil Menteri Luar Negeri AS, Wendy Sherman, berada di China. Blinken akan bertemu Perdana Menteri Narendra Modi pada Rabu (28/7) malam.

Sebelum bertemu dengan Jaishankar, Blinken mengadakan pembicaraan tertutup dengan Penasihat Keamanan Nasional India Ajit Doval, yang rinciannya tidak dirilis. Ia juga berbicara dengan para pemimpin masyarakat sipil dan mengatakan kebebasan mendasar dan supremasi hukum adalah prinsip demokrasi AS dan India.

“Kami percaya bahwa semua orang berhak memiliki suara di pemerintahan mereka, diperlakukan dengan hormat, tidak peduli siapa mereka,” katanya.

Menjelang kunjungan Blinken, Washington mengatakan diplomat tinggi AS itu akan mengangkat isu-isu HAM dan demokrasi di India.

Para oposan partai nasionalis Hindu yang berkuasa -- partainya Modi -- menuduh partai itu menindas perbedaan pendapat dan memperkenalkan kebijakan yang memecah belah yang dipandang banyak pihak bersifat diskriminatif terhadap Muslim dan kelompok-kelompok minoritas lainnya. Modi juga dituduh berusaha membungkam suara-suara kritis yang memprotes penanganan pandemi oleh pemerintahannya.

India secara rutin menyangkal kritik terhadap catatan HAM-nya. Negara itu juga menolak kritik dari pemerintah asing dan kelompok-kelompok HAM yang mengatakan bahwa kebebasan sipil telah menyusut di negara itu.

Blinken juga diperkirakan akan mencari dukungan India dalam menstabilkan Afghanistan setelah penarikan pasukan AS selesai pada akhir Agustus.

Setelah kunjungannya ke India, Blinken akan melakukan perjalanan ke Kuwait. [ab/uh]

XS
SM
MD
LG