Tautan-tautan Akses

Blair Sangkal Telah Peringatkan Kampanye Trump soal Pemantauan


Mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair (foto: dok).

Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair hari Kamis (4/1) menyebut klaim ia telah memperingatkan Presiden Amerika Donald Trump bahwa agen pemantau Inggris memata-matai staf kampanye kepresidenannya adalah "sebuah rekayasa dari awal sampai akhir."

Klaim itu terungkap dalam buku baru, "Fire And Fury: Inside The Trump White House," oleh penulis Michael Wolff. Buku itu juga kabarnya mengatakan Blair menginginkan peran baru sebagai penasihat Trump mengenai Timur Tengah - klaim yang juga disangkal oleh Blair.

Mengenai Brexit, Blair menekankan pendapatnya bahwa pemilih harus diberi kesempatan untuk mempertimbangkan kembali setelah rencana Brexit Inggris dari Uni Eropa menjadi jelas.

Blair memimpin Partai Buruh total selama 13 tahun, menjabat sebagai perdana menteri selama 10 tahun, satu-satunya pemimpin Partai Buruh yang memenangkan tiga pemilu berturut-turut.

Karir politiknya merosot secara dramatis karena tentangan publik terhadap keputusannya bergabung dalam invasi pimpinan Amerika ke Irak, serta tidak ada indikasi tentangannya terhadap Brexit mendapat perhatian di dalam partai Buruh yang semakin beraliran kiri sejak Jeremy Corbyn menjadi pemimpin Partai Buruh pada tahun 2015. [my/jm]

XS
SM
MD
LG