Tautan-tautan Akses

AS

Bill Gates: Pemangkasan Bantuan Luar Negeri Inggris Bisa Berdampak Pada Warga Afrika


Bill Gates, salah satu pendiri dari yayasan "Bill & Melinda Gates", memberikan keterangan dalam konferensi pers di Jenewa, Swiss, 18 April 2017. (REUTERS/Pierre Albouy).

Miliarder pendiri Microsoft Bill Gates mendesak para pemimpin Inggris agar tidak mundur dari komitmen bantuan luar negeri mereka dengan mengatakan bisa berdampak pada nyawa warga Afrika.

Gates hari Rabu (19/4) berada di London di mana kampanye sudah dimulai untuk pemilu dini yang diusulkan Perdana Menteri Theresa May.

May sejauh ini menolak mengatakan apakah ia akan mengikuti anjuran pihak Torries (Partai Konservatif) dan rekannya yang konservatif untuk memangkas bantuan luar negeri Inggris sebagai bagian dari kerangka kerja partainya yang konservatif.

Gates hari Rabu mengatakan kepada harian Guardian bahwa penolakan Inggris terhadap komitmennya sendiri dengan menyasar bantuan asing bisa merugikan upaya-upaya untuk memberantas malaria di Afrika.

“Pemberi bantuan besar sekarang adalah Amerika, Inggris dan Jerman dan kalau ketiganya mundur, banyak hal-hal ambisius terkait malaria, pertanian dan kesehatan reproduksi tidak akan terlaksana”

Gates mengatakan pendanaan Inggris “benar-benar membawa perubahan luar biasa besar” dalam memberantas penyakit tropis yang berdampak pada lebih dari satu miliar orang.

Banyak kalangan konservatif ingin pemerintah mengeluarkan dana untuk memberantas krisis di dalam negeri. Sebagian juga mengatakan dana bantuan luar negeri kerap disia-siakan.

Gates mengatakan sebagai pimpinan usaha yang mengeluarkan lima miliar dolar per tahun untuk membantu negara-negara berkembang ia tidak suka menghamburkan uang. Tapi ia mengatakan kepada para politisi dan diplomat yang hadir tidak ada negara yang bisa “membangun tembok untuk mencegah epidemi global berikutnya” dan bahwa bantuan luar negeri mengatasi masalah-masalah sosial ekonomi” pada sumbernya. [my/al]

XS
SM
MD
LG