Tautan-tautan Akses

Bersiap Hadapi Gelombang Kedua Covid-19, Inggris Berlakukan Lebih Banyak Pembatasan


Warga berjalan menyeberangi jembatan Westminster di London, Inggris di tengah pandemi Covid-19 (7/10).

Jutaan warga di bagian utara Inggris sedang menantikan dengan cemas seberapa jauh pembatasan baru yang lebih ketat akan diberlakukan seiring peringatan salah seorang penasihat terkemuka dalam bidang medis pada hari Minggu (11/10) bahwa negara itu akan berada pada puncakpandemi virus corona gelombang kedua.

Wakil Kepala Pejabat Urusan Medis Inggris Prof. Jonathan Van-Tam mengatakan Inggris berada pada “titik kritis serupa ketika pandemi berawal Maret lalu” menyusul peningkatan tajam kasus baru virus corona. “Tetapi kita dapat mencegah terulangnya sejarah jika kita semua mengambil tindakan sekarang,” ujarnya. “Kini kita tahu di mana dan bagaimana mengatasinya, mari terima keadaan ini dan cegah terulang kembalinya sejarah.”

Di seluruh Eropa, termasuk Inggris, pandemi virus corona kembali meningkat setelah dimulainya kembali kegiatan ekonomi, juga sekolah dan universitas. Tingkat perebakan – dan kematian – di Inggris meningkat pada laju tercepat dalam beberapa bulan ini. Tanpa tindakan cepat, ada kekhawatiran bahwa rumah-rumah sakit di Inggris dalam beberapa minggu ke depan akan kewalahan. Padahal rumah-rumah sakit sudah mengalami saat tersibuk karena meningkatnya penyakit terkait musim dingin, seperti flu. Sejauh ini Inggris merupakan negara dengan jumlah kematian terbesar akibat virus corona, yaitu lebih dari 42.750 orang.

Meskipun kasus baru virus corona meningkat di seluruh Inggris, kota-kota di bagian utara, seperti Liverpool, Manchester dan Newcastle, tidak mengalami peningkatan kasus baru. Sementara di daerah-daerah pinggiran di bagian timur Inggris teradapat kurang dari 20 kasus per 100.000 orang; dibandingkan kawasan metropolitan yang kini mencatat lebih dari 500 kasus per 100.000 orang – atau berarti sama buruknya dengan yang terjadi di Madrid dan Brussels.

Walhasil pembatasan nasional seperti pemberlakuan jam malam mulai jam 10 malam di pub dan restoran kini diikuti dengan kebijakan di tingkat lokal, termasuk dalam beberapa kasus melarang kontak antar tetangga. Di dua kota terbesar di Skotlandia, Glasgow dan Edinburgh, sudah 16 hari ini seluruh pub ditutup untuk mencegah meluasnya perebakan.

Menanggapi potensi gelombang kedua pandemi ini, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson diperkirakan akan kembali mengumumkan sistem penutupan wilayah dan penghentian seluruh kegiatan – atau lockdown – dengan tiga tingkat pada hari Senin (12/10), yang akan menutup untuk sementara waktu seluruh pub dan restoran di lokasi-lokasi di mana perebakan paling sering terjadi.

Menteri Urusan Layanan Publik Robert Jenrick dalam wawancara di salah satu televisi Inggris menolak merinci pembatasan baru itu, tetapi mengatakan merupakan “hal yang tepat” bagi Inggris untuk melakukan lockdown di tingkat lokal guna mencegah lockdown di tingkat nasional.

Ada spekulasi bahwa di daerah-daerah di mana diberlakukan pembatasan ketat ini semua pertemuan warga, di dalam dan luar ruangan, akan dilarang. [em/lt]

Lihat komentar (1)

Forum ini telah ditutup.

Recommended

XS
SM
MD
LG