Tautan-tautan Akses

Pandangan Negatif Soal China Membubung di Kalangan Negara Demokrasi Maju


Bendera China berkibar di dekat lambang nasional China di Pengadilan Menengah Rakyat No. 2 Beijing, 11 September 2020. (Foto: Reuters)

Reputasi internasional China telah merosot tajam di tengah-tengah pandemi virus corona, demikian hasil survei baru terhadap orang-orang di belasan negara demokrasi maju dunia.

Dalam jajak pendapat melalui telepon terhadap lebih dari 14 ribu orang di 14 negara antara Juni dan Agustus yang dilakukan Pusat Riset Pew yang berbasis di AS, 61 persen responden menyatakan Beijing menangani wabah Covid-19 dengan buruk, sementara 37 persen lainnya menyatakan tanggapan baik.

Pandangan negatif ini bervariasi di antara masing-masing negara yang disurvei. Pandangan negatif tertinggi berasal dari Jepang, Swedia dan Australia, di mana lebih dari 80 persen responden memiliki pandangan tidak baik mengenai China. Di Australia, 81 persen responden mencela Beijing, dibandingkan dengan 57 persen pada tahun 2019, peningkatan pandangan negatif terhadap China yang paling tajam di antara semua negara lainnya.

Ketegangan antara Australia dan Beijing telah meningkat sejak Canberra meminta penyelidikan independen mengenai asal usul wabah virus corona, yang pertama kali dideteksi tahun lalu di Wuhan, kota di China Tengah.

Beijing telah membalasnya dengan memberlakukan tarif tinggi terhadap jelai Australia dan menangguhkan impor daging sapi Australia.

Sementara itu, sekitar 78 persen responden memiliki pandangan negatif terhadap Presiden China Xi Jinping, dengan menyatakan mereka tidak atau sedikit memiliki kepercayaan terhadap Xi dalam melakukan hal yang tepat berkenaan dengan isu-isu global.

Negara-negara lain yang disurvei dalam jajak pendapat Pew ini mencakup Inggris, Belgia, Kanada, Denmark, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Korea Selatan Spanyol dan AS. [uh/ab]

Lihat komentar (6)

XS
SM
MD
LG