Tautan-tautan Akses

Bentrokan antara Demonstran Irak dan Pasukan Keamanan, Puluhan Terluka


Demonstran Irak yang memrotes hasil pemilu berlari saat bentrok dengan pasukan keamanan di Baghdad, Jumat (5/11).
Demonstran Irak yang memrotes hasil pemilu berlari saat bentrok dengan pasukan keamanan di Baghdad, Jumat (5/11).

Pasukan keamanan Irak dan para pendukung partai politik yang memperdebatkan hasil pemilihan umum Oktober, hari Jumat (5/11) bentrok di Baghdad sehingga mengakibatkan 100 orang lebih terluka, demikian menurut polisi setempat dan petugas kesehatan.

Sekitar 300 pengunjuk rasa berdemonstrasi sebagai tanggapan atas hasil pemilihan 10 Oktober, yang membuat partai politik mereka kehilangan puluhan kursi di parlemen. Banyak dari partai-partai ini termasuk kelompok bersenjata dan bersekutu dengan Iran.

Ketika para demonstran melemparkan batu dan berbaris menuju Zona Hijau yang dibentengi di Baghdad, di mana gedung-gedung pemerintah dan kedutaan asing berada, polisi menggunakan gas air mata, meriam air dan peluru tajam untuk memaksa mereka mundur, kata sumber -sumber keamanan.

Kementerian kesehatan melaporkan bahwa dari sekitar 125 korban luka, hanya 27 yang merupakan pengunjuk rasa, sebagian besar menderita luka akibat menghirup asap. Yang lainnya yang terluka adalah anggota pasukan keamanan yang dilempari batu.

Perdana Menteri Mustafa al-Kadhimi memerintahkan penyelidikan atas kekerasan tersebut.

Partai politik Syiah yang kehilangan kursi dalam pemilihan, didukung oleh Iran serta mendukung model pemerintahan keagamaan Iran. Model pemerintahan ini ditolak oleh banyak rekan Syiah mereka di Irak, termasuk ulama terkenal Muqtada al-Sadr.

Setelah pemilu, para pendukung partai-partai ini mendirikan tenda di Zona Hijau sebagai bagian dari aksi duduk yang berkelanjutan untuk memperdebatkan hasil pemilu dan mulai mengancam akan melakukan kekerasan jika tuntutan mereka tidak dipenuhi. [my/pp]

XS
SM
MD
LG