Tautan-tautan Akses

Jumlah Partisipasi dalam Pemilu Irak Capai 43% 


Seorang petugas pemilihan sedang memeriksa surat suara di sebuah tempat pemungutan suara (TPS) dalam pemilu legislatif di Baghdad, Irak, 10 Oktober 2021.
Seorang petugas pemilihan sedang memeriksa surat suara di sebuah tempat pemungutan suara (TPS) dalam pemilu legislatif di Baghdad, Irak, 10 Oktober 2021.

Komisi Pemilihan Irak, Sabtu (16/10) malam, mengatakan jumlah pemilih dalam pemilihan parlemen Irak awal bulan ini mencapai 43 persen, naik tipis dari hasil awal. Namun, angka itu lebih rendah daripada pemilihan terakhir pada 2018.

Menurut komisi itu, lebih dari 9,6 juta orang memberikan suara mereka dalam pemungutan suara pada 10 Oktober lalu.

Ulama populis Syiah Moqtada al-Sadr mengatakan kelompoknya meraih kursi terbanyak di parlemen dan menambahkan bahwa dia tidak akan menentang hasil tersebut.

“Kami akan berusaha untuk membentuk koalisi nasional non-sektarian dan non-etnis di bawah payung reformasi,” kata al-Sadr dalam sebuah pernyataan Sabtu (16/10). Al-Sadr selama ini menentang semua bentuk campur tangan asing dan saingan utamanya adalah kelompok-kelompok Syiah yang bersekutu dengan Iran.

Komisi pemilihan sebelumnya mengatakan pada 10 Oktober bahwa jumlah pemilih adalah 41 persen dalam hasil awal. Dalam pemilihan terakhir pada 2018, total partisipasi pemilih mencapai 44,5 persen.

Perdana Menteri Mustafa al-Kadhimi tidak mencalonkan diri untuk pemilihan kembali, tetapi negosiasi setelah pemungutan suara bisa membuatnya memperoleh masa jabatan kedua. Kadhimi, yang dipandang bersahabat dengan Barat, tidak memiliki partai yang mendukungnya.

Menurut Komisi Pemilihan Irak, sedikitnya 167 partai dan lebih dari 3.200 kandidat bersaing untuk memperebutkan 329 kursi parlemen. [lt/jm]

XS
SM
MD
LG