Tautan-tautan Akses

Bayi Terkecil di Dunia Akhirnya Bisa Pulang ke Rumah


Bayi dengan bobot 268 gram ketika lahir pada August 2018, diklaim sebagai bayi terkecil di dunia yang bertahan. Dalam foto yang dirilis Universitas Keio pada 27 Februari 2019, tampak saat dia berusia lima hari di Tokyo, Jepang.

Seorang bayi laki-laki yang hanya berbobot 268 gram ketika lahir akhirnya dipulangkan ke rumah setelah beberap bulan dirawat di sebuah rumah sakit Tokyo, Reuters melaporkan, mengutip pernyataan Universitas Keio, Rabu (27/2).

Menurut Universitas Keio, bayi itu adalah bayi laki-laki terkecil di dunia yang dapat bertahan hidup.

Bayi tersebut lahir melalui operasi sesar Agustus lalu, setelah gagal menambah berat badan selama kehamilan dan membuat dokter khawatir bahwa hidupnya dalam bahaya.

Bayi dengan bobot 268 gram ketika lahir pada August 2018, diklaim sebagai bayi terkecil di dunia yang bertahan. Bayi itu tampak dalam foto terbaru yang dirilis Universitas Keio pada 27 Februari 2019.
Bayi dengan bobot 268 gram ketika lahir pada August 2018, diklaim sebagai bayi terkecil di dunia yang bertahan. Bayi itu tampak dalam foto terbaru yang dirilis Universitas Keio pada 27 Februari 2019.

​Bayi itu dirawat di unit perawatan intensif sampai berat badannya mencapai 3,2 kilogram dan dia diperbolehkan pulang pada 20 Februari, kata Dr. Takeshi Arimitsu dari Fakultas Kedokteran Universitas Keio, Departemen Pediatri.

“Saya bersyukur bahwa dia telah tumbuh sebesar ini, karena sejujurnya saya tidak yakin dia bisa bertahan,” kata ibu bayi tersebut kepada Reuters.

Rekor sebelumnya dipegang oleh seorang anak laki-laki yang lahir di Jerman pada 2009 dengan berat 274 gram, menurut Tiniest Babies, lembaga yang mencatat bayi-bayi berbobot kecil. Tiniest Babies dikelola oleh Universitas Iowa.

Menurut lembaga itu, bayi perempuan terkecil lahir dengan bobot 252 gram pada 2015 juga ada di Jerman. [er/ft]

XS
SM
MD
LG