Tautan-tautan Akses

Bawa 20 Burung Liar di Koper, Pria Belgia Ditahan Polisi Peru


Dalam foto yang dirilis oleh Dinas Kehutanan dan Margasatwa Nasional (SERFOR) pada 15 Januari 2020 tampak burung-burung yang diselamatkan dari koper seorang warga Belgia yang dalam penerbangan menuju Madrid, Spanyol, di Bandara Internasional Lima, Peru.

Dinas Kehutanan dan Margasatwa Nasional (SERFOR) Peru mengatakan, Rabu (15/1/2020), polisi menangkap seorang pria asal Belgia di Bandara Lima, Peru karena berusaha menyelundupkan 20 burung hidup ke Eropa. Burung-burung itu dimasukkan ke dalam kopernya.

Hugo Conings ditangkap di bandara pada Senin (13/1/2020) karena "mengangkut 20 spesimen satwa liar" yang akan dijualnya ke Spanyol, kata seorang petugas Dinas Margasatwa kepada wartawan.

Dalam foto yang dirilis oleh Dinas Kehutanan dan Margasatwa Nasional (SERFOR) pada 15 Januari 2020 tampak burung-burung yang diselamatkan dari koper seorang warga Belgia yang dalam penerbangan menuju Madrid, Spanyol, di Bandara Internasional Lima, Peru.
Dalam foto yang dirilis oleh Dinas Kehutanan dan Margasatwa Nasional (SERFOR) pada 15 Januari 2020 tampak burung-burung yang diselamatkan dari koper seorang warga Belgia yang dalam penerbangan menuju Madrid, Spanyol, di Bandara Internasional Lima, Peru.

Ketika ditangkap, pria berusia 54 tahun itu akan terbang menuju Madrid dengan membawa 20 burung kecil di dalam kotak di kopernya.

Menurut SERFOR, dia bisa menghadapi ancaman hukuman lima tahun penjara karena menyelundupkan satwa liar ilegal.

Beberapa burung yang berwarna cerah itu menunjukkan tanda-tanda dehidrasi dan stres. Beberapa bahkan bulu-bulunya rontok karena berjam-jam di dalam kotak, tambah dinas satwa liar.

Di antara 20 burung liar yang dilindungi adalah dua toucanet dan 16 tanagers burung kecil berwarna cerah yang menarik bagi para penyelundup dan pengumpul satwa liar.

Burung-burung itu asli dari hutan Peru, tetapi juga ditemukan di Ekuador dan Bolivia.

Negara Amerika Selatan, yang dianggap sebagai surga pengamat burung, rumah bagi lebih dari 1.800 spesies.

Perdagangan ilegal dianggap sebagai salah satu penyebab utama hilangnya keanekaragaman hayati. [ps/ft]

XS
SM
MD
LG