Tautan-tautan Akses

AS

Bantu Cari Kapal Selam Argentina, AL AS Kirim Komando Penyelamat Bawah Laut


Foto dari AL Argentina menunjukkan kapal selam ARA San Juan, dekat Buenos Aires, Argentina. Angkatan Laut Argentina mengatakan pada 17 November 2017, telah kehilangan kontak dengan kapal selam tersebut.

Angkatan Laut Amerika telah memerintahkan Komando Penyelamat Bawah Laut untuk dikirim ke Argentina guna membantu upaya menemukan sebuah kapal selam Angkatan Laut Argentina yang hilang empat hari lalu, dengan 44 awak di dalamnya.

Sarana Penyelamat Kapal Selam dan kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh oleh Angkatan Laut Amerika telah dikirim ke Argentina hari Minggu (19/11). Sebuah jenis P-3 milik Badan Antariksa Nasional dan pesawat P-8A Poseidon juga telah dikirim untuk melakukan pencarian.

Angkatan Laut Argentina Sabtu malam (18/11) mengatakan mereka telah mendeteksi tujuh “panggilan satelit” yang gagal, yang tampaknya berasal dari awak kapal selan yang hilang awal pekan ini.

Kementerian Pertahanan Argentina mengatakan “panggilan satelit” itu kemungkinan berasal dari awak ARA San Juan, dan pejabat-pejabat mengatakan melihat itu selaku tanda bahwa 44 awak berupaya melakukan kontak.

Kapal selam dapat mengirim alat dari bawah air ke permukaan laut yang kemudian mengirim sinyal lewat satelit. demikian menurut laporan Reuters. Angkatan Laut Amerika mengatakan sebuah perusahaan yang mengkhususkan pada komunikasi satelit telah diikutsertakan untuk membantu mencari signyal tersebut.

Angkatan Laut Argentina kehilangan kontak dengan kapal selam diesel buatan Jerman itu hari Rabu (15/11) ketika kembali dari misi rutin di pangkalan Angkatan Laut di Ushuaia, di bagian selatan Argentina, menuju ke markasnya di Mar del Platam.

Meskipun cuaca tidak menentu, dalam hal ini angin kencang dan gelombang yang mencapai enam meter, komandan pangkalan itu Laksamana Gabriel Gonzalez mengatakan pasukannya berupaya meningkatkan upaya di atas dan bawah permukaan laut, dan bersiap menyisir bagian bawah lautan itu.

“Pencarian di bawah laut tentu saja lebih rumit dibanding pencarian di atas permukaan laut karena membutuhkan kombinasi piranti berteknologi tinggi,” ujar Gonzales dalam konferensi pers itu. [em/al]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG