Tautan-tautan Akses

Banting Setir, Peneliti Kanker Sukses Jadi Pebisnis Restoran di AS


Para juru masak di dapur restoran "Pepper Twins" milik Yunan Yang, di Houston, Texas. (Foto: dok).

Kebanyakan imigran tiba di Amerika, bekerja di rumah makan dan berharap, generasi mereka berikutnya mendapat pendidikan yang lebih baik. Seorang imigran asal China menempuh jalan yang tidak biasanya, yaitu memulai karir di bidang penelitian kanker, namun mendapat kesuksesan sebagai pebisnis restoran.

Di dalam dapur restoran Pepper Twins di Houston, terdapat bumbu yang selalu membuat pelanggan kembali datang ke restoran tersebut, yaitu lada hitam segar yang berasal dari Chongqing, kota kelahiran Yunan Yang, pemilik restoran tersebut. Lada hitam segar itu dikirim melalui pengiriman kilat satu hari dari kota Chongqing di China, langsung ke restoran "Pepper Twins".

Yunan Yang membuka restoran pertamanya empat tahun lalu, kemudian bisnisnya berkembang menjadi enam restoran di berbagai lokasi di Houston.

Perjalanan kariernya di Amerika tergolong tidak biasa. Karier pertama yang dijalaninya tidak berhubungan dengan makanan. Profesi Yang sebelumnya adalah peneliti postdoctoral kanker di kota kecil Madison, Wisconsin. Ia mengatakan, paparan bahan radioaktif dan kimia mempengaruhi tubuhnya.

Yunan Yang menjelaskan, "Saya mengalami pendarahan setiap hari, setiap saat. Setelah saya mengalami keguguran dan kehilangan bayi dua kali, saya harus membuat keputusan besar."

Pemilik restoran "Pepper Twins", Yunan Yang meninggalkan karirnya dalam penelitian kanker dan memulai restoran pertamanya tahun 2015.
Pemilik restoran "Pepper Twins", Yunan Yang meninggalkan karirnya dalam penelitian kanker dan memulai restoran pertamanya tahun 2015.

Yang memutuskan untuk mengubah kariernya demi kesehatan dan mencegah dirinya mengalami keguguran di masa depan. Inspirasinya untuk membuka restoran muncul saat mengikuti sebuah konferensi di California.

Yang mengatakan, "Kami melewati sebuah rumah makan China namun harus menunggu selama satu jam. Di kota kecil yang kami tinggal, Madison, tidak ada rumah makan Cina yang enak."

Yang tidak membuka restoran di kantong-kantong pemukiman warga China seperti kebanyakan imigran lain yang baru tiba di Amerika. Ia membuka restoran di permukiman mewah, di luar komunitas warga China-Amerika. Houston merupakan kota yang warganya paling beragam di Amerika. Yang mengatakan, warga kota Houston memiliki selera makanan China yang tinggi, karena mereka sering berpergian keliling dunia

Pengunjung Amerika dapat membedakan rumah makan China yang otentik dan bukan, karena mereka memiliki pendidikan yang tinggi dan sering berkeliling dunia. Mereka tahu rumah makan China yang asli seperti apa bentuknya.

Keaslian cita rasa yang ditawarkan restoran "Pepper Twins" membuat pengunjung yang berasal dari China, seperti Yan Xiang Yu yang berasal dari Sichuan, kerap datang ke restoran tersebut. Yan mengatakan, lada hitam itu sangat terasa sekali.

Tidak saja sukses dalam bisnis restoran, Yang juga kini memiliki dua anak yang menjadi logo restorannya, "Pepper Twins." [lj/jm]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG