Tautan-tautan Akses

Banjir Bandang di India, Tim SAR Evakuasi Lebih Banyak Korban


Foto udara banjir bandang di Tapovan, negara bagian Uttarakhand, India utara (12/2).

Seminggu setelah terjadinya banjir bandang di Himalaya, di bagian utara India, Tim SAR hari Minggu (14/2) mengevakuasi sembilan mayat lagi dari lokasi itu, menambah jumlah korban meninggal menjadi 50 orang. Seratus lima puluh orang lainnya masih hilang.

Banjir bandang di negara bagian Uttarakhand, yang dipicu oleh apa yang menurut para ilmuwan sebagai longsoran es gletser yang besar, menimbulkan banjir dengan batu dan puing-puing ke lembah sungai Dhauliganga, menghancurkan bendungan dan jembatan.

Dengan menggunakan mesin penggali berukuran besar dan peralatan berat lain berupaya menemukan puluhan pekerja konstruksi bangunan yang terperangkap di terowongan-terowongan bawah tanah yang terhubung ke proyek pembangkit listrik tenaga air yang sedang dibangun oleh Perusahaan Tenaga Panas Bumi milik pemerintah.

“Kami tidak putus asa. Kami berharap menemukan lebih banyak orang yang selamat,” ujar Swati Bhadoriya, seorang pejabat tinggi pemerintah, pada Reuters.

Pihak berwenang mengatakan 154 orang masih hilang dalam musibah itu.

Peringatan para pakar tentang kemungkinan masih adanya batu-batu, puing, es dan air yang kembali menyapu kawasan itu, membuat upaya penyelamatan menjadi berisiko.

Uttarakhand rentan dilanda tanah longsor dan banjir bandang. Bencana ini memicu seruan kelompok-kelompok lingkungan hidup agar pemerintah mengkaji ulang proyek-proyek pembangkit listrik di pegunungan yang secara ekologis sensitif ini. Satu tim ilmuwan sedang menyelidiki apakah potongan gletser benar-benar jatuh dan memicu banjir bandang.

Ada sekitar 10.000 gletser di Himalaya. Uttarakhand sendiri memiliki 1.495 gletser dan banyak yang mencair karena pemanasan iklim. [em/jm]

Recommended

XS
SM
MD
LG