Tautan-tautan Akses

Australia Umumkan Rencana Karantina Virus Corona


Seorang ibu dan dua anaknya (mengenakan masker) dari Wuhan, China, tiba di bandara Sydney, 23 Januari 2020. (Foto: dok).

Lebih dari 600 warga Australia sedang menunggu untuk dipulangkan dari pusat wabah virus Corona di kota Wuhan, China. Warga negara Amerika dan Jepang telah diterbangkan keluar kota itu oleh pemerintah negara mereka, dan pihak berwenang di Canberra mengharapkan hal serupa.

Akan tetapi PM Australia Scott Morrison mengatakan misi penyelamatan itu harus mendapat persetujuan dari pemerintah China.

Morrison menegaskan bahwa pemerintah Australia tidak dapat menjamin operasi ini akan berhasil, dan pihaknya juga mungkin tidak dalam posisi untuk melakukannya pada satu kesempatan, lalu melakukannya lagi dalam kesempatan lainnya,

Para pejabat di Canberra telah mengukuhkan dua warga Australia di China telah terjangkit virus Corona.

Jika warga Australia lainnya di sana diizinkan untuk meninggalkan kota itu, mereka akan diisolasi di Pulau Christmas, yang selama ini digunakan untuk menahan para pencari suaka. Akan tetapi ada kekhawatiran bahwa fasilitas-fasilitas kesehatan di pulau terpencil di Samudra Hindia itu mungkin tidak mampu mengatasinya.

Sementara itu Profesor Dominic Dwyer, pakar penyakit menular, mengatakan tidak perlu ada pemulangan orang-orang asing dari China. Menurut pendapatnya, mereka yang berada di Wuhan pada dasarnya mengarantina diri mereka sendiri di rumah. Bergegas mengirim pesawat untuk membawa orang-orang asing keluar kota itu tidak membantu menghilangkan kecemasan penduduk pada umumnya.

Para ilmuwan di Melbourne menyatakan mereka menciptakan virus Corona di laboratorium. Ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan di luar China, dan dapat membantu mengetahui apakah vaksin-vaksin mendatang efektif. Ini juga membantu para peneliti mengembangkan suatu tes untuk mengidentifikasi pasien yang mungkin tertular sebelum gejala-gejalanya muncul. [uh/lt]

XS
SM
MD
LG