Tautan-tautan Akses

Australia Telaah Tantangan terhadap Kerahasiaan Pengakuan Dosa Umat Katolik


Pita warna-warni terlihat terikat di pagar Katedral St. Patrick, sebuah isyarat spontan untuk mengenang para korban penganiayaan gereja Katolik Roma, di kota Ballarat, di sebelah barat kota Melbourne selatan, Australia, 23 Juli 2017. (Foto: dok).

Penyelidikan yang dilakukan Australia mengenai pelecehan seksual terhadap anak-anak telah merekomendasikan kepada Gereja Katolik agar menghilangkan sifat kerahasiaan sewaktu tindakan itu diungkapkan dalam pengakuan dosa. Rekomendasi lainnya adalah diakhirinya kewajiban selibat bagi pastor, seraya menyebut kewajiban ini merupakan faktor yang berperan dalam pelecehan seksual terhadap anak-anak.

Mengenai rekomendasi untuk membatalkan kerahasiaan dalam pengakuan dosa, Uskup Agung Denis Hart, ketua Konferensi Wali Gereja Australia mengatakan ia tidak dapat melanggarnya, dan hukuman bagi pastor yang melanggarnya adalah dikucilkan, dikeluarkan dari gereja. Hart mengatakan ia mematuhi dan mempercayai hukum yang berlaku, tetapi pengakuan dosa merupakan suatu tindakan spiritual sakral di hadapan Tuhan yang harus ia hormati.

Komisi Australia mengenai Tanggapan Institusional terhadap Pelecehan Seksual terhadap Anak-Anak menyerahkan laporan 17 jilid hari Jumat, setelah mendengar kesaksian dari 8.000 lebih korban pelecehan seksual dalam penyelidikan selama lima tahun. Lebih dari 60 persen penyintas pelecehan itu menganut agama Katolik.

Laporan itu menyimpulkan bahwa ada kegagalan dalam kepemimpinan Gereja Katolik selama puluhan tahun yang berdampak sangat merugikan.

Penyelidikan itu tidak terbatas pada Gereja Katolik, tetapi juga mencakup lembaga-lembaga pemerintah, pendidikan dan profesional. Perdana Menteri Malcom Turnbull merekomendasikan agar semua warga Australia membaca laporan itu. Turnbull, seorang Katolik, mengatakan bahwa apa yang dilakukan komisi itu adalah mengungkap sebuah tragedi nasional. [uh]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG