Tautan-tautan Akses

Amerika Yakin Indonesia Miliki Potensi Sangat Besar untuk Investasi

  • Fathiyah Wardah

Dewan Bisnis Amerika-ASEAN dipimpin oleh Michael Walter Michalak diwawancarai wartawan usai bertemu Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta, Selasa (8/1). (VOA/Fathiyah)

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan pada Selasa (1/8) melakukan pertemuan dengan Dewan Bisnis Amerika Serikat-ASEAN (the US-ASEAN Business Council). Pertemuan tertutup selama sekitar satu setengah jam tersebut berlangsung di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman di Jakarta.

Dalam pertemuan itu, delegasi dari Dewan Bisnis Amerika-ASEAN dipimpin oleh Michael Walter Michalak, mantan Duta besar Amerika untuk Vietnam dan kini menjabat Senior Vice President and Regional Managing Director untuk the US-ASEAN Business Council.

Dua anggota delegasi Dewan Bisnis Amerika Serikat-ASEAN menolak saat dimintai komentarnya tentang hasil pertemuan dengan Luhut tersebut. Hanya Michalak yang bersedia memberikan keterangan meski hanya sebentar sebelum menaiki bus yang membawa rombongan keluar dari kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.

Kepada wartawan, Michalak menjelaskan pertemuan dengan Luhut membicarakan mengenai pentingnya hubungan antara sektor swasta dan pemerintah untuk membahas masalah investasi yang mungkin bakal meningkat di masa mendatang antara sektor swasta dan pemerintah.

"Pak Luhut menyambut positif dan dia bilang dia akan mendukung pembahasan dengan sektor swasta dan segala masalah investasi dihadapi perusahaan. Tanggapannya benar-benar bagus karena ada sejumlah persoalan mengenai investasi yang ingin kami bicarakan. Kami membicarakan tentang sektor minyak dan gas, sektor keuangan, serta ekonomi. Semua ini saya kira adalah isu-isu ini yang ingin kami bicarakan dengan pemerintah. Setelah pertemuan ini dengan pembahasan selanjutnya," papar Michalak.

Michalak meyakini kawasan Asia Tenggara merupakan salah satu mesin pertumbuhan ekonomi di dunia. Dia merasa situasi seperti ini akan terus berlanjut di masa depan.

Michalak juga memastikan kawasan Asia Tenggara, terutama Indonesia, mempunyai potensi sangat besar untuk investasi.

"Saat ini kami membicarakan terutama mengenai investasi di Indonesia dan kami benar-benar berpikir memiliki potensi investasi sangat besar selama persoalan mengenai aturan bisa diselesaikan," tambahnya.

Mengenai ancaman keamanan di kawasan Asia Tenggara, terkait konflik di Laut Cina Selatan dan kemunculan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah), Michalak menyerahkan kedua masalah tersebut kepada pasukan keamanan di Indonesia dan negara-negara lain di Asia Tenggara.

Dia mempercayai aparat keamanan Indonesia mampu menangani ancaman-ancaman keamanan negara sehingga menciptakan iklim yang stabil dan kondusif bagi investasi asing di Indonesia. [fw/al]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG