Tautan-tautan Akses

AS Selenggarakan Pertemuan Anggota Koalisi untuk Kalahkan ISIS

  • Cindy Saine

Menlu AS Rex Tillerson menjadi tuan rumah pertemuan anggota koalisi pimpinan Amerika untuk memerangi ISIS (foto: dok).

Menteri Luar Negeri Rex Tillerson menjadi tuan rumah pertemuan penuh menteri-menteri luar negeri dan pejabat-pejabat senior dari 68 negara dan organisasi internasional dalam koalisi pimpinan Amerika untuk memerangi ISIS, yang pertama sejak tahun 2014.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan, tujuan pertemuan hari Rabu (22/3) itu adalah meningkatkan upaya-upaya internasional untuk mengalahkan ISIS di daerah yang masih dikuasainya di Irak dan Suriah, dan memaksimalkan tekanan terhadap cabang-cabang, afiliasi dan jaringannya.

Perang melawan ISIS, dan upaya menstabilkan wilayah di Irak dan Suriah, akan menjadi fokus konferensi besar pertama di mana Menteri Luar Negeri Amerika yang baru, Rex Tillerson, akan menjadi tuan rumah, di Washington. Koalisi itu sudah membuat kemajuan besar, tetapi masih banyak tugas yang harus dilakukan, ujar penjabat juru bicara Departemen Luar Negeri Mark Toner.

"Pertama-tama, ini adalah kesempatan bagi pemerintahan baru untuk mengevaluasi posisi kita sekarang ini dan apa yang ingin kita lakukan ke depan. Saya tidak ingin mendului menteri, tetapi menurut saya, ia akan memberi ide-ide, pendekatan dan cara baru dalam mengalahkan ISIS."

Sesi strategi akan menjadi kesempatan bagi Tillerson untuk bertemu langsung dengan sekutu-sekutu Amerika, ujar Michael O'Hanlon, pengamat pada Brookings Institution.

"Jika ada ide-ide kebijakan baru memang lebih baik, tetapi itu bahkan tidak perlu, tidak wajib dalam pertemuan pertama karena orang juga perlu saling mengenal dan tentu saja Rex Tillerson, Donald Trump, bukanlah orang yang dikenal dalam komunitas kebijakan luar negeri atau keamanan nasional yang lebih luas, jelas tidak pada tataran pribadi," ulasnya.

Menurut O'Hanlon, akan banyak masalah pelik yang perlu dibahas mitra koalisi.

Presiden Trump mengecam Presiden Barack Obama atas apa yang disebutnya peperangan yang lemah melawan militan ISIS, sehingga analis ingin mengetahui apakah pemerintahan baru akan memetakan arah baru, sementara pusat pertempuran diperkirakan bergeser ke Raqqa, yang dinyatakan ISIS sebagai ibukotanya. [ka/ds]

XS
SM
MD
LG