Tautan-tautan Akses

AS

AS Mulai Tarik Pasukan dari Suriah


Konvoi kendaraan militer AS di kota Manbij, Suriah, 30 Desember 2018. (Foto: dok).

Pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat di Suriah mulai memindahkan pasukan dari Suriah.

Koalisi “telah memulai proses penarikan dari Suriah,” kata Kolonel Sean Ryan, juru bicara bagi koalisi pimpinan Amerika yang memerangi kelompok ISIS. “Karena masalah keamanan operasional, kami tidak akan membahas jadwal, lokasi atau pergerakan pasukan secara spesifik.”

Sebelumnya pekan ini, seruan Penasihat Keamanan Nasional Amerika, John Bolton, bagi perlindungan terhadap milisi Kurdi Suriah YPG sebagai prasyarat penarikan pasukan Amerika dari Suriah telah membuat marah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Ini menyebabkan presiden menolak bertemu dengan pejabat Amerika itu.

YPG, sekutu penting dalam perang Washington melawan ISIS, tetapi dianggap Ankara sebagai kelompok teroris yang terkait dengan pemberontak di dalam wilayah Turki.

Erdogan juga memperingatkan bahwa persiapan operasi militer menghadapi YPG telah selesai. “Kami dalam waktu sangat dekat akan bergerak untuk melenyapkan organisasi teroris di Suriah,” ujarnya.

“Jika ada teroris-teroris lain yang akan berupaya campur tangan dalam intervensi kami, maka kami bertugas untuk melenyapkan mereka juga,” lanjut Erdogan. Pasukan Turki telah berkumpul selama berpekan-pekan di perbatasan dengan Suriah.

Para pengamat menyatakan ancaman akan operasi Turki terhadap YPG di Suriah Timur Laut, di mana sekitar 2.000 tentara Amerika ditempatkan, merupakan alasan bagi Presiden Donald Trump untuk memutuskan mundur dari Suriah. Begitu Trump mengumumkan niatnya, Erdogan menyatakan Turki akan menangguhkan operasinya hingga seluruh tentara Amerika ditarik. [uh]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG