Tautan-tautan Akses

AS Tandatangani Perjanjian Pertahanan dengan Negara-negara Baltik

  • Henry Ridgewell

Latihan militer bersama 11 negara NATO di Pabrade, Lithuania, awal Desember lalu (foto: ilustrasi).

AS telah menandatangani perjanjian kerja sama pertahanan dengan negara-negara Baltik; Lithuania dan Estonia, memformalisasi pengerahan ribuan tentara untuk memperkuat pertahanan NATO di tengah agresi Rusia.

Perjanjian kerjasama pertahanan itu akan meregulasi status hukum dari pasukan bersenjata AS di Estonia dan Lithuania. Itu adalah bagian dari penambahan kekuatan NATO sejak akhir Perang Dingin. Pasukan Rusia dengan jumlah yang lebih besar ditempatkan di seberang perbatasan. Tetapi pengerahan tentara multinasional NATO itu dirancang sebagai pertahanan tripwire yang berarti bisa memicu pengerahan pasukan lebih besar.

Jonathan Eyal, Direktur Internasional Royal United Services Institute mengatakan, “Semuanya bisa merasakan nasib yang sama apabila ada invasi terhadap mereka. Dan karena itu tiap invasi mereka secara otomatis akan memicu respon dari semua negara NATO.”

AS mengirimkan hampir 6.000 tentara, disertai tank-tank, persenjataan berat dan pesawat. Pasukan Amerika itu akan memimpin batalyon NATO yang digelar di Polandia.

Tetapi pernyataan terbaru presiden terpilih AS Donald Trump telah membuat khawatir sekutu-sekutu Eropa. Dalam sebuah wawancara surat kabar pekan ini dia menyebut NATO “usang.” Negara-negara di garis depan khawatir AS bisa mengurangi pengerahan pasukannya .

“NATO sekarang ini adalah organisasi yang terpecah belah. Ada negara anggota dimana terdapat tentara Amerika. Tapi ada yang tanpa pasukan Amerika sama sekali. Penggelaran pasukan itu itu bertujuan untuk menyamakan payung keamanan aliansi. Apabila ada pihak di Washington yang mundur dari posisi itu, itu mungkin memiliki dampak serius bagi NATO,” tambah Jonathan Eyal.

Rusia telah memangkalkan misil jenis Iskander berkapasitas nuklir disamping ribuan tentara ke wilayah kantongnya di Kaliningrad, yang berbatasan dengan Polandia dan Lithuania. Pekan ini Lithuania mengumumkan rencana membangun pagar perbatasan di sepanjang perbatasannya dengan Rusia.

Estonia mengklaim Rusia menculik salah satu penjaga perbatasannya di dalam wilayah Estonia tahun 2014 dalam serbuan lintas batas. Moskow mengklaim penjaga itu berada di sisi Rusia dari perbatasan antara kedua negara.

Anggota-anggota NATO khawatir Rusia bisa menggunakan ‘taktik hibrida’ serupa menyusul pengerahan pasukan baru NATO di Baltik itu. [vm/al]

XS
SM
MD
LG