Tautan-tautan Akses

AS

AS Siap Luncurkan Lebih Banyak lagi Vaksin Covid-19


Mahasiswi kedokteran tahun keempat, Anna Roesler, menyuntikan vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech di Indiana University Health, Methodist Hospital, Indianapolis, Indiana, 16 Desember 2020. (Foto: Reuters)

Kajian besar-besaran di Amerika terhadap bakal vaksin Covid-19 lainnya berlangsung pada Senin (28/12). Hal itu berlangsung sementara AS terus menyalurkan pasokan vaksin dosis pertama kepada masyarakat yang menunggu bantuan untuk keluar dari wabah.

Pakar kesehatan masyarakat mengatakan terdapat lebih banyak pilihan, selain dua vaksin yang kini dibagikan, yang sangat penting untuk menyediakan cukup vaksin bagi negara dan dunia. Pertama, vaksin buatan Pfizer dan mitranya di Jerman, BioNTech. Vaksin lainnya, hasil produksi Moderna.

Bakal vaksin yang dibuat oleh Novavax Inc. adalah yang kelima yang sampai ke uji tahap akhir di Amerika. Diperlukan sekitar 30 ribu sukarelawan untuk membuktikan apakah vaksin itu, yang berbeda dari Pfizer dan Moderna, benar-benar ampuh dan aman.

"Kalau ingin memiliki cukup vaksin untuk memvaksinasi semua orang di Amerika yang menjadi sasaran vaksinasi - hingga 85 persen atau lebih dari populasi, harus ada lebih dari dua perusahaan," ujar Dr. Anthony Fauci, pakar penyakit menular terkemuka Amerika, kepada kantor berita Associated Press pada Senin (28/12).

Operation Warp Speed dari pemerintah Trump berharap mampu mengirim 20 juta dosis vaksin Pfizer dan Moderna ke negara-negara bagian pada awal Januari, lebih sedikit dari perkiraan semula. Hal itu smembuat frustrasi negara-negara bagian dan pejabat kesehatan yang mencoba menjadwalkan program vaksinasi. [ka/ft]

XS
SM
MD
LG