Tautan-tautan Akses

AS Pertimbangkan Opsi Atasi Kemelut di Ukraina


Kedutaan Amerika Serikat di Kyiv, Ukraina, 24 Januari 2022. (REUTERS/Gleb Garanich).
Kedutaan Amerika Serikat di Kyiv, Ukraina, 24 Januari 2022. (REUTERS/Gleb Garanich).

Amerika Serikat memulai pengiriman bantuan senjata ke Ukraina setelah Presiden AS Joe Biden baru-baru ini mengatakan bahwa setiap pergerakan pasukan Rusia ke Ukraina akan dianggap sebagai invasi. Komentar Presiden Biden itu disampaikan ketika Presiden Rusia Vladimir Putin menempatkan lebih dari 100.000 tentara di sepanjang perbatasan dengan Ukraina. Diplomat Rusia dan Amerika sejauh ini telah sepakat untuk terus berupaya menurunkan ketegangan.

Pengiriman pertama bantuan senjata dari Amerika Serikat tiba di Ukraina setelah para pejabat dari Washington dan Moskow pada hari Jumat sepakat akan terus bekerja untuk meredakan ketegangan terkait kekhawatiran akan invasi Rusia di bekas republik Soviet itu. Kedutaan Besar Amerika di Kyiv mengatakan pengiriman itu berisi lebih dari 90.000 kilogram bantuan senjata dan amunisi. Semua ini terjadi ketika intelijen Inggris memperingatkan tentang adanya rencana Rusia untuk mendudukkan seorang presiden pro-Rusia di Ukraina. Moskow membantah sinyalemen itu.

Kedutaan Besar AS di Kyiv, Ukraina, Senin, 24 Januari 2022. (Efrem Lukatsky/AP)
Kedutaan Besar AS di Kyiv, Ukraina, Senin, 24 Januari 2022. (Efrem Lukatsky/AP)

Berbicara hari Minggu di jaringan televisi CNN, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan AS dan sekutu-sekutunya mempertahankan pesan yang jelas dan terpadu untuk Kremlin.

“Kami telah memberi Rusia dua jalan. Ada jalur diplomasi dan dialog yang saya lakukan dengan Menteri Luar Negeri (Sergey) Lavrov minggu lalu di Jenewa, tetapi ada juga jalur agresi baru dan konsekuensi besar yang telah kami bangun selama berminggu-minggu. Dan bukan hanya kami yang mengatakannya, G7, kelompok negara dengan perekonomian terkemuka di dunia sudah jelas tentang hal itu. Uni Eropa sudah jelas tentang itu. NATO sudah jelas tentang itu,” jelasnya.

Di tengah meningkatnya ketegangan dengan Barat, Kementerian Pertahanan Rusia menerbitkan gambar-gambar pada hari Sabtu yang menunjukkan kapal perang Rusia, Iran dan China dalam latihan militer bersama di Teluk Oman dengan janji akan ada lebih banyak lagi latihan serupa pada masa-masa mendatang.

Sementara itu, para anggota Kongres Amerika sedang mempertimbangkan pilihan mereka untuk mengurangi ketegangan yang meningkat.

Berbicara pada hari Minggu di jaringan televisi ABC, Senator Chris Coons, seorang Demokrat di Komite Hubungan Luar Negeri, menyerukan sanksi AS terhadap Rusia.

“Saya pikir kita harus mengambil tindakan dan mengesahkan RUU bipartisan yang akan menunjukkan tekad dan niat dan menerapkan beberapa sanksi sekarang. Tetapi sanksi yang paling keras, seperti jenis sanksi yang kita gunakan untuk membawa Iran ke meja perundingan, adalah sesuatu yang harus kita pegang sebagai pencegahan agar Putin tidak mengambil langkah terakhir dengan menyerang Ukraina,” jelasnya.

Jet-jet tempur Rusia, yang terlihat dalam sebuah video yang diterbitkan Sabtu oleh Kementerian Pertahanan Rusia, memulai penerbangan ke negara tetangga Ukraina, Belarus, di mana para pejabat Belarus mengatakan mereka mengadakan latihan kesiapan tempur.

Berbicara pada hari Minggu di acara “This Week” jaringan televisi ABC, Senator Republik Joni Ernst, anggota Komite Angkatan Bersenjata, mengkritik Gedung Putih dan mengatakan waktunya telah tiba untuk menjatuhkan sanksi terhadap Rusia.

Anggota Pasukan Pertahanan Teritorial Ukraina, unit militer sukarelawan Angkatan Bersenjata, berlatih di taman kota di Kyiv, Ukraina, 22 Januari 2022. Puluhan warga sipil telah bergabung dengan tentara cadangan Ukraina dalam beberapa pekan terakhir di tengah kekhawatiran akan invasi Rusia. (AP)
Anggota Pasukan Pertahanan Teritorial Ukraina, unit militer sukarelawan Angkatan Bersenjata, berlatih di taman kota di Kyiv, Ukraina, 22 Januari 2022. Puluhan warga sipil telah bergabung dengan tentara cadangan Ukraina dalam beberapa pekan terakhir di tengah kekhawatiran akan invasi Rusia. (AP)

“Sejauh ini dengan pemerintahan ini kita telah melihat doktrin peredaan, dan itu tentu saja tidak akan menghalangi Presiden Putin dan Rusia untuk menyerang Ukraina. Jadi, mari kita pastikan bahwa sekarang kita mendorong kembali pemberlakuan sanksi keras untuk memastikan kita menunjukkan kepada Putin bahwa kita serius,” komentarnya.

Sejauh ini, poin utama dalam negosiasi antara Barat dan Rusia adalah desakan Kremlin agar Ukraina tidak akan pernah diizinkan masuk ke NATO. Desakan demikian oleh Amerika dianggap tidak bermanfaat. [lt/ab]

XS
SM
MD
LG