Tautan-tautan Akses

AS

AS Pertimbangkan Kewajiban Daftar Ulang bagi Mahasiswa Asing


Lebih dari 1,4 juta mahasiswa internasional belajar di kampus-kampus di seluruh Amerika (foto: ilustrasi).

Departemen Keamanan Dalam Negeri/ DHS Amerika sedang mempertimbangkan proposal yang akan mewajibkan lebih dari 1,4 juta mahasiswa internasional untuk mengajukan ulang izin tinggal di Amerika setiap tahun.

Menurut harian Washington Post, proposal itu adalah bagian dari rencana untuk meningkatkan keamanan nasional dengan memantau secara cermat mahasiswa.

Harian tersebut mengutip dua pejabat yang tidak disebutkan namanya mengatakan rencana itu akan mewajibkan perubahan peraturan yang diperkirakan akan memakan waktu minimum 18 bulan. Rencana itu akan mewajibkan kerjasama Departemen LN. Sementara Departemen LN mengeluarkan visa, DHS mencatat dan mengontrol siapa yang masuk ke Amerika.

Washington Post mengatakan pejabat DHS menyampaikan keprihatinan bahwa visa pelajar terlampau bebas. Departemen itu baru-baru ini melaporkan 2,8% pemegang visa pelajar dan pertukaran tinggal melewati izin visa mereka tahun lalu, dua kali lipat lebih dari rata-rata pengunjung nasional.

Juru bicara DHS David Lapan dikutip mengatakan, “DHS menjajaki berbagai langkah yang akan memastikan bahwa program imigrasi kita, termasuk program mahasiswa internasional yang belajar di Amerika, beroperasi dengan cara-cara yang mendukung kepentingan nasional, meningkatkan keamanan nasional dan keselamatan publik dan memastikan integritas sistem imigrasi kita."

Wakil direktur eksekutif Asosiasi Pendidik Internasional, Jill Welch mengatakan draft proposal itu “akan mempunyai konsekuensi berat bagi keamanan nasional, kebijakan LN dan kepentingan ekonomi kita serta kekuatan sain dan inovasi Amerika. Welch mengatakan mahasiswa internasional “menguntungkan komunitas dan kampus-kampus kita dan masih tetap menjadi populasi asing yang dipantau secara aktif di Amerika.”

Lebih dari satu juta mahasiswa internasional belajar di Amerika setiap tahun, menyumbang miliaran dolar pada perekonomian Amerika. Sekitar 77 % dari mahasiswa itu berasal dari Asia, sementara China dan India mengirim jumlah terbesar. [my/jm]

XS
SM
MD
LG