Tautan-tautan Akses

AS Mulai Protokol Baru Bagi Migran yang Melewati Perbatasan Meksiko


Selama latihan, pejabat Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan memblokir pintu masuk ke pelabuhan masuk San Ysidro, Kamis, 10 Januari 2019. (Foto: dok).
Selama latihan, pejabat Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan memblokir pintu masuk ke pelabuhan masuk San Ysidro, Kamis, 10 Januari 2019. (Foto: dok).

Amerika Serikat memberlakukan protokol baru, Jumat (25/1) untuk memproses sejumlah migran yang berusaha memasuki negara ini di pos perbatasan San Ysidro dengan Meksiko.

Departemen Keamanan Dalam Negeri menyatakan Protokol Perlindungan Migran akan memulangkan sejumlah pencari suaka ke Meksiko sementara kasus mereka diproses di Amerika. Menurut pengumuman tersebut, Meksiko akan memberi para migran perlindungan kemanusiaan yang sepatutnya selama mereka tinggal di sana.

Menurut departemen tersebut, Amerika “menghadapi krisis keamanan dan kemanusiaan di Perbatasan Selatan.” Dinyatakan pula itu sebabnya mereka memberlakukan protokol tersebut “untuk menangani krisis dan menjalankan misi kami mengamankan perbatasan, menegakkan hukum imigrasi dan bea cukai, memfasilitasi perdagangan dan perjalanan yang legal, menanggulangi para pedagang manusia, penyelundup dan organisasi-organisasi kriminal transnasional, serta mencegah masuknya obat-obat terlarang dan barang-barang selundupan ilegal.”

Sementara itu Margaret Huang, direktur eksekutif Amnesty International USA menyatakan, keluarga dan individu-individu yang melakukan perjalanan ke perbatasan bukanlah krisis keamanan nasional. “Mereka adalah orang-orang seperti Anda dan saya, hanya saja banyak di antara mereka yang meninggalkan rumah untuk menyelamatkan diri dari persekusi dan kekerasan. Kita tidak boleh mengabaikan mereka yang telah kehilangan segalanya dan sedang berusaha membangun kembali kehidupan mereka,” lanjut Huang.

Huang adalah anggota delegasi internasional yang melakukan perjalanan ke perbatasan Amerika-Meksiko untuk mengamati dampak kebijakan Amerika mengenai migran.

Departemen Keamanan Dalam Negeri menyatakan protokol baru itu akan “mencegah individu-individu berusaha masuk secara ilegal dan membuat klaim palsu untuk tinggal di Amerika, dan agar lebih banyak sumberdaya lagi yang ditujukan bagi individu-individu yang secara sah memenuhi persyaratan meminta suaka.”

Departemen tersebut menyatakan bekerja sama erat dengan Departemen Kehakiman untuk merampingkan prosesnya. Ditambahkan pula bahwa Departemen Keamanan Dalam Negeri sedang berupaya mencari cara untuk melakukan pemrosesan secepat mungkin. [uh]

XS
SM
MD
LG