Tautan-tautan Akses

AS Mulai Kenakan Sanksi atas Industri Minyak dan Sektor Keuangan Iran


Presiden Hassan Rouhani mengatakan Iran akan melawan sanksi-sanksi AS dan terus menjual minyak.

Amerika kembali mengenakan sanksi terhadap industri minyak dan sektor keuangan Iran, hari Senin (5/11), menyusul janji Trump untuk menarik kembali pelonggaran yang diberi kepada Iran sebagai bagian dari perjanjian internasional agar Iran membatasi program nuklirnya.

Sanksi itu memberlakukan kembali larangan pembelian minyak Iran, yang merupakan bidang penting bagi perekonomian negara itu. Para pejabat pemerintahan Trump mengatakan, ada delapan entitas yang diberi pengecualian jangka pendek guna memberi mereka waktu untuk akhirnya sepenuhnya menghentikan impor minyak dari Iran

Sanksi-sanksi yang dikenakan kembali itu juga akan menarget bank sentral Iran dan sektor perkapalan serta galangan kapal Iran.

Presiden Iran, Hassan Rohani mengatakan dalam pidato televisi hari Senin bahwa negaranya akan melangkahi sanksi-sanksi AS dan terus menjual minyak.

Trump mengatakan dalam sebuah pernyataan hari Jumat, tujuannya adalah untuk memaksa para pemimpin Iran memilih untuk meninggalkan apa yang ia sebut "perilaku merusak" Iran atau "meneruskan jalan menuju bencana ekonomi."

Iran membantah program nuklirnya ditujukan untuk memproduksi senjata nuklir ketika mencapai perjanjian 2015 dengan Amerika, Inggris, Tiongkok, Perancis, Rusia dan Jerman. Badan energi atom PBB yang ditugaskan memantau pelaksanaan perjanjian itu, menyatakan dalam beberapa laporannya bahwa Iran mematuhi perjanjian itu. (ps/al)

XS
SM
MD
LG