Tautan-tautan Akses

AS, Korsel Mulai Latihan Bersama Angkatan Udara 


Pesawat jet tempur AS F-16 Fighting Falcon dan F-35A Lightning IIs ikut berpartisipasi dalam latihan bersama AU Amerika dan Korea Selatan.

Sementara angkatan udara Amerika Serikat dan Korea Selatan hari Senin (4/12) meluncurkan latihan bersama mereka yang paling besar, pertanyaan mulai timbul apakah percobaan missil Korea Utara sudah melampaui apa yang dianggap sebagai “garis merah” – yakni mempunyai misil balistik antar-benua yang berhulu-ledak nuklir – dan apa yang dapat dilakukan untuk mengatasinya.

Latihan militer tahunan lima hari yang bernama "Vigilant ACE" itu tahun ini melibatkan lebih dari 230 pesawat tempur dan 12 ribu tentara Amerika yang bergabung dengan pasukan Korea Selatan.

Walaupun latihan bersama besar-besaran seperti itu rutin, dan dijadwalkan jauh sebelumnya, latihan tersebut mulai kurang dari seminggu setelah Pyongyang berhasil meluncurkan misil balistik antar-benua atau ICBM yang paling canggih dan menyatakan dirinya negara berkekuatan nuklir, status yang telah disebut Amerika tidak dapat diterima.

Angkatan udara Korea Selatan mengatakan latihan itu akan mencakup serangan simulasi terhadap sasaran ecek Korea Utara.

Percobaan misil Hwasong-15 Korea Utara pekan lalu menunjukkan program ICBM Kim Jong-Un lebih maju daripada yang diyakini banyak orang sebelumnya dan sudah mampu mencapai daratan Amerika Serikat.

Pyongyang sudah mengklaim misil tersebut sudah siap membawa nuklir –yang menjadi hal yang diperdebatkan di antara para pakar, yang sebagian besar dari mereka mengemukakan masih memerlukan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun untuk disempurnakan. Tetapi Korea Selatan tidak yakin pada klaim tersebut. [gp]

XS
SM
MD
LG