Tautan-tautan Akses

AS

Pejabat AS: Kemungkinan Perang dengan Korut Semakin Meningkat


Misil anti-balistik Terminal High Altitude Area Defense (THAAD), di Seongju, Korea Selatan, 6 September 2017.

Penasihat keamanan nasional Gedung Putih mengatakan kemungkinan perang dengan Korea Utara yang miskin tetapi bersenjata nuklir semakin "meningkat setiap hari."

Penasihat Keamanan Nasional Amerika H.R. McMaster mengatakan bahwa kemungkinan perang dengan Korea Utara yang miskin, tetapi bersenjata nuklir "meningkat setiap hari," karena Kim Jong-un semakin dekat pada tujuannya untuk menciptakan senjata nuklir yang bisa mencapai Amerika.

"Ada cara- cara untuk mengatasi masalah tanpa terlibat konflik senjata," kata McMaster dalam sebuah forum mengenai pertahanan nasional, hari Sabtu (2/12) dalam acara di Perpustakaan Ronald Reagan di kota Simi Valley, California.

"Sangat penting bahwa kita bekerja sama dengan semua sekutu kita, mitra kerja, dan semua orang secara internasional untuk meyakinkan Kim Jong-un bahwa usaha mengejar kemampuan ini akan merupakan jalan buntu bagi dia dan rezimnya," tandasnya.

McMaster menambahkan bahwa warga Amerika harus merasa aman menghadiri Olimpiade Musim Dingin di Korea Selatan pada bulan Februari nanti dan Presiden Amerika Donald Trump telah berjanji akan mengirim "delegasi presidensial yang kuat" ke Olimpiade tersebut.

"Amerika harus merasa aman karena kita memiliki militer yang sangat siap dan mampu dan militer semakin kuat setiap hari berdasarkan prioritas presiden untuk memodernisasi militer yang sebetulnya agak terlambat. Dia memperkuat semua layanan dan kemampuan angkatan bersenjata Amerika, dan saya pikir itu sangat jelas," tambahnya.

Laporan media mengatakan Pentagon sedang menjajaki tempat-tempat di pantai barat di mana sistem pertahanan tambahan dapat dipasang, setelah ancaman Korea Utara menyerang daratan Amerika Serikat. Kantor berita Reuters mengatakan pertahanan kemungkinan besar akan mencakup misil anti-balistik Terminal High Altitude Area Defense (THAAD), serupa dengan yang ditempatkan di Korea Selatan.

"Misil balistik antar-benua yang baru dikembangkan, Hwasong-15, telah diuji coba dan berhasil, menurut keputusan politik dan penilaian strategis Partai Pekerja Korea," menurut penyiar televisi pemerintah KRT Korea Utara.

Setelah peluncuran sebelumnya, Korea Utara mengklaim misilnya dapat mencapai setiap tempat di benua Amerika, tetapi inilah pertama kalinya Korea Utara dapat melakukannya dengan jenis misil baru yang telah ditingkatkan, yang menurut pejabat Korea Utara dan Amerika dapat terbang lebih tinggi daripada misil yang telah diuji coba sebelumnya oleh negara itu. [gp/sp]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG