Tautan-tautan Akses

AS, Jepang Sebut Peluncuran Misil Korut Tindakan Provokatif


Sebuah rudal yang diluncurkan di bawah laut lepas landas di perairan lepas kota pesisir timur Korea Utara, Wonsan. (Kantor Berita Pusat Korea/Layanan Berita Korea via AP)

Amerika dan Jepang menyebut peluncuran misil Korea Utara baru-baru ini sebagai tindakan “provokatif yang tidak perlu." Peluncuran itu dilakukan Korea Utara beberapa hari menjelang pembicaraan nuklir pada tingkat kerja di AS.

Korea Utara menguji misil balistik, Rabu (2/10), yang dirancang untuk diluncurkan dari sebuah kapal selam. Pengujian ini adalah sebuah kemajuan penting dalam program senjata Pyongyang.

“Pagi ini, Menlu berbicara lewat telepon dengan Menhan Jepang, Taro Kono. Mereka membahas Korea Utara. Mereka berdua sepakat bahwa uji Korea Utara itu bersifat provokatif dan tidak perlu, serta tidak menunjang diplomasi dan Korea Utara harus menghentikan uji-uji ini,” kata juru bicara Pentagon, Jonathan Hoffman.

kKCNA, kantor berita resmi Korea Utara, pada Kamis (3/10), mengklaim uji sukses dari misil balistik jenis baru dan diluncurkan dari kapal selam, atau SLBM, yang diberi nama “Pukgusong-3.” Foto-foto KCNA memperlihatkan misil itu muncul dari laut setelah diluncurkan dari sebuah platform di bawah permukaan.

Kolonel Pat Ryder, juru bicara untuk Kepala Staf Gabungan Pentagon, mengatakan pada briefing Kamis bahwa Korea Utara menembakkan misil balistik jarak pendek-menengah dari Teluk Wonsan. Misil tersebut terbang sejauh 450 kilometer ke dalam Laut Jepang.

“Kami tidak ada petunjuk bahwa ini diluncurkan dari kapal selam, tetapi sebuah platform di laut,” tambah Ryder.

Ini merupakan uji SLBM Korea Utara yang pertama sejak 2016. Pakar mengatakan, jarak tempuh maksimumnya sekitar 1900 kilometer, sehingga membuatnya kelas menengah. Peluncuran tersebut merupakan jarak tempuh terpanjang dari semua misil Korea Utara yang pernah diuji sejak 2017. [jm/pp]

Recommended

XS
SM
MD
LG