Tautan-tautan Akses

AS, Inggris, Rusia Berencana Kembali Bekerja Meski Epidemi Berlanjut


Para penumpang mengenakan alat pelindung diri, termasuk masker wajah untuk melindungi dari Covid-19 di kereta bawah tanah London, di Stasiun Waterloo, 11 Mei 2020. (Foto: AFP)

Amerika, Inggris, dan Rusia sedang mempersiapkan warganya kembali bekerja meskipun pandemi Covid-19 terus berlanjut

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Senin (11/5), mengatakan AS melakukan sekitar 300 ribu tes virus corona per hari dan akan segera melampaui total 10 juta tes yang dikatakannya melebihi tes di negara manapun.

Seorang pejabat senior pemerintah mengatakan kepada wartawan, tes antigen baru yang disetujui oleh perusahaan bernama Quidel, akan mempercepat proses pengujian lebih lanjut. Pasalnya tes ini hanya mencari keberadaan protein virus di hidung, tidak seperti tes asam nukleat yang lebih rumit dan memakan waktu.

"Mesin-mesin untuk tes ini, sudah 20.000 tersedia di Amerika karena merupakan alat yang biasa digunakan untuk hal-hal seperti tes flu dan radang tenggorokan," kata pejabat itu.

Pemerintah mengharapkan sekitar 9 juta tes baru akan tersedia setiap bulan.

Anggota staf Gedung Putih dan dinas keamana federal Secret Service di lorong West Wing sebelum konferensi pers Presiden Donald Trump mengenai pandemi virus corona, di Gedung Putih, Washington, 11 Mei 2020. (Foto: Reuters)
Anggota staf Gedung Putih dan dinas keamana federal Secret Service di lorong West Wing sebelum konferensi pers Presiden Donald Trump mengenai pandemi virus corona, di Gedung Putih, Washington, 11 Mei 2020. (Foto: Reuters)

Gedung Putih mengalihkan fokus dari membuka kembali negara ke pengujian virus setelah dua pembantu kantor West Wing di Gedung Putih dinyatakan positif terkena virus corona. Trump ingin membuka kembali negara sesegera mungkin untuk menghentikan meningkatnya pengangguran, yang telah mencapai proporsi bersejarah dengan lebih dari 30 juta orang kehilangan pekerjaan sejak pertengahan Maret.

Beberapa gubernur negara bagian telah menguji salah satu syarat bagi warga untuk kembali ke tempat kerja.

Amerika menempati urutan tertinggi di dunia dengan sekitar 1,35 juta kasus Covid-19 yang dikonfirmasi dan 80 ribu lebih kematian terkait virus corona. Namun banyak negara bagian membuka kembali atau berencana untuk melakukannya, termasuk New York dan New Jersey yang paling parah terimbas.

Inggris, yang menempati urutan ketiga di dunia dengan jumlah infeksi mendekati 225 ribu dan yang kedua dalam jumlah kematian yaitu lebih dari 32 ribu juga mengambil langkah untuk mengembalikan warganya bekerja, meskipun orang yang terinfeksi meninggal masih ribuan per hari. Serikat buruh dan para pemimpin wilayah independen Irlandia Utara, Skotlandia, dan Wales menolak keras rencana tiga langkah yang diumumkan Perdana Menteri Boris Johnson pada Minggu (10/5).

Johnson, Senin (11/5) membela apa yang disebutnya pendekatan "langkah kecil" untuk membuka kembali negara itu, dan menjawab pertanyaan dari media dan publik.

Petugas kepolisian mengenakan masker wajah berpatroli dalam hari peringatan kemenangan Rusia atas Nazi pada Perang Dunia II di tengah pandemi virus corona, di Moskow, Rusia, 9 Mei 2020. (Foto: Reuters)
Petugas kepolisian mengenakan masker wajah berpatroli dalam hari peringatan kemenangan Rusia atas Nazi pada Perang Dunia II di tengah pandemi virus corona, di Moskow, Rusia, 9 Mei 2020. (Foto: Reuters)

Presiden Rusia Vladimir Putin mengkonfirmasi bahwa periode tidak bekerja, berakhir 12 Mei, meskipun negara itu melaporkan 11.656 kasus baru selama 24 jam terakhir yang sejauh ini mencapai rekor. Dalam pidato yang disiarkan Senin (11/5), Putin mengatakan kepada bangsanya ini dilakukan demi kepentingan semua agar ekonomi secapatnya kembali normal.

Rusia, Senin (11/5), melaporkan total lebih dari 221 ribu kasus Covid dan 2.009 kematian akibat virus corona. Putin mengatakan keputusan akhir tentang pembukaan kembali wilayah tetap ada pada gubernur setempat, yang katanya bisa memulihkan kembali penutupan wilayah jika perlu. Ia mengatakan para dokter akan menentukan keputusan akhir. Putin mengatakan semua sektor harus kembali bekerja mulai dari konstruksi, pertanian, dan energi.

Di seluruh dunia, banyak negara telah melonggarkan pembatasan Covid dengan hasil yang beragam. Selandia Baru bersiap-siap untuk melakukan langkah-langkah pelonggaran lebih jauh pada Kamis (14/5), setelah tidak ada kasus baru muncul selama fase pertama pembukaan kembali wilayah. Warganya kini diizinkan pergi ke restoran, bioskop dan mal. Namun Korea Selatan, Jerman, dan China mengalami perebakan kembali setelah melonggarkan pembatasan.

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menganjurkan negara-negara untuk memastikan epidemi terkendali sebelum membuka kembali wilayahnya.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, Senin (11/5), mengatakan pada negara-negara juga harus memiliki sistem pengawasan untuk dapat mendeteksi dan mengelola setiap perebakan kembali kasus dan memastikan sistem kesehatannya bisa mengatasi kemungkinan perebakan setelah wilayah dibuka kembali.

Di seluruh dunia, jumlah kasus virus corona yang dikonfirmasi lebih dari 4,2 juta. Menurut statistik Universitas Johns Hopkin jumlah kematian global lebih dari 285 ribu. [my/ft]

XS
SM
MD
LG