Tautan-tautan Akses

AS Dinilai Ubah Sikap Soal Kesepakatan Paris


Asap membumbung dari Pembangkit Listrik tenaga batu bara, Coalstrip. Presiden Donald Trump mengatakan keluar dari kesepakatan iklim global akan mendorong ekonomi Amerika.(Foto:dok)

Amerika memberi isyarat kepada pejabat tinggi energi Uni Eropa bahwa negara itu mungkin bersedia terlibat kembali dalam kesepakatan iklim Paris, meskipun Presiden Donald Trump mengumumkan Juni lalu bahwa Amerika akan menarik diri guna menegosiasikan kembali kesepakatan tersebut.

Miguel Arias Canete, Komisaris Eropa untuk Aksi Iklim dan Energi, hari Sabtu (16/9) mengatakan, perubahan sikap Amerika itu terjadi dalam pertemuan di Montreal yang dihadiri lebih dari 30 menteri, dipimpin oleh Kanada, Tiongkok dan Uni Eropa.

“Amerika Serikat telah menyatakan bahwa mereka tidak akan menegosiasikan kembali kesepakatan Paris, namun mereka akan mencoba mengkaji bagian-bagian mana saja dalam kesepakatan tersebut yang mereka bisa ikut terlibat,” kata Canete setelah pertemuan.

Pertemuan Montreal diadakan sebagai persiapan sidang tahunan Majelis Umum PBB, yang acara utamanya dimulai hari Selasa (19/9).

Namun Juru bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders menulis pesan berbeda dalam cuitan di Twitter tak lama setelah pernyataan Canete dirilis. "Sikap kami soal kesepakatan Paris belum berubah," ujarnya. "@POTUS sudah jelas, Amerika akan menarik diri kecuali jika kami mendapat persyaratan yang pro-Amerika."

Trump menuai kritik internasional ketika menyatakan Amerika akan keluar dari Perjanjian Paris dan mengupayakan negosiasi ulang.

Perjanjian Paris adalah kesepakatan PBB yang ditandatangani tahun 2015 oleh setiap negara kecuali Suriah dan Nikaragua. Penarikan diri Amerika dinilai bisa memicu negara lain untuk melakukan langkah yang sama. Kesepakatan itu mengupayakan aksi global untuk membatasi emisi karbon dioksida.

Amerika adalah penghasil emisi gas rumah kaca tertinggi kedua di dunia, setelah Tiongkok. [ka]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG