Tautan-tautan Akses

AS

AS Beritahu PBB akan Keluar dari Perjanjian Iklim Paris


Menlu AS Rex Tillerson (foto: dok). Departemen Luar Negeri Amerika memberitahu PBB bahwa AS akan keluar dari perjanjian iklim Paris.

Amerika Serikat secara resmi telah memberitahu Perserikatan Bangsa-Bangsa bahwa negara itu akan keluar dari perjanjian iklim Paris, tetapi akan tetap membuka kemungkinan untuk kembali terlibat dalam kesepakatan tersebut kalau persyaratannya menjadi lebih menguntungkan.

Departemen Luar Negeri Amerika mengatakan hari Jumat (4/8) mereka akan terus ikut dalam perundingan perubahan iklim internasional selama proses penarikan diri yang akan berlangsung paling sedikit tiga tahun.

Dikatakan dalam suatu pernyataan, partisipasi Amerika dalam perundingan akan "melindungi kepentingan Amerika dan memastikan semua opsi kebijakan masa depan tetap terbuka untuk pemerintah Amerika."

"Amerika Serikat mendukung pendekatan yang berimbang terhadap kebijakan iklim untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sementara mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjamin keamanan energi," katanya.

Departemen tersebut mengatakan Presiden Donald Trump "terbuka untuk terlibat kembali dalam Perjanjian Paris jika ada persyaratan yang lebih menguntungkan bagi bisnis, pekerja, rakyat, dan pembayar pajaknya."

Trump mengumumkan keputusannya untuk menarik diri dari kesepakatan iklim pada bulan Juni, dengan mengatakan bahwa kesepakatan tersebut "sangat tidak adil bagi rakyat Amerika." Dia berpendapat kesepakatan itu akan merugikan Amerika triliunan dolar, dan merugikan bisnis dan bidang pekerjaan Amerika di sektor energi dan perpabrikan.

Berita tentang keputusan tersebut disambut dengan protes keras dari komunitas lingkungan, dan walikota-walikota beberapa kota terbesar di Amerika berjanji akan tetap menjalankan kesepakatan tersebut, tidak peduli apa yang dilakukan Pemerintahan Trump.

Amerika Serikat menyetujui kesepakatan iklim tahun 2015 di bawah Presiden Barack Obama. Berdasarkan kesepakatan tersebut, Amerika berjanji akan mengurangi emisi gas rumah kaca 26 sampai 28 persen di bawah tingkat tahun 2005 menjelang tahun 2025. [sp/ii]

XS
SM
MD
LG