Tautan-tautan Akses

AS

AS akan Lakukan Penarikan Pasukan di Afghanistan


Presiden AS Donald Trump ketika mengunjungi pasukan AS di pangkalan udara Bagram, Afghanistan 28 November 2019 lalu (foto: dok).

Tahun 2020 di Afghanistan dimulai dengan pemerintah Trump berjanji melaksanakan rencananya menarik pasukan Amerika dan tren peningkatan jumlah korban tempur Amerika di sana. Desember lalu, Gedung Putih mengatakan pengurangan pasukan Amerika di Afghanistan 'tidak harus' terkait kesepakatan damai yang dicapai dengan Taliban.

Setidaknya 20 tentara Amerika tewas di Afghanistan pada tahun 2019, jumlah tertinggi sejak operasi militer NATO di negara itu berakhir pada akhir 2014. Kematian itu terjadi selagi Amerika, pada sebagian besar tahun 2019, mengadakan pembicaraan perdamaian langsung dengan Taliban guna mengakhiri perang terlama yang melibatkan Amerika.

Awal September 2019, utusan perdamaian Amerika Zalmai Khalilzad mengumumkan ia telah membuat terobosan signifikan dalam pembicaraan perdamaian dengan Taliban.

"Jika kondisi sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian terwujud, maka dalam 135 hari kami akan mengosongkan lima pangkalan militer, tempat pasukan kami berada," kata Khalilzad.

Beberapa hari kemudian, Presiden Trump menulis di Twitter bahwa ia akan bertemu delegasi Taliban di Washington tetapi beberapa hari kemudian ia membatalkan pembicaraan yang dijadwalkan.

"Beberapa hari lalu, kita dijadwalkan melakukan pembicaraan perdamaian. Saya membatalkannya segera setelah mengetahui bahwa mereka telah membunuh prajurit Amerika yang berani dari Puerto Rico dan 11 orang tak bersalah lainnya. Mereka mengira mereka akan menggunakan serangan ini untuk menunjukkan kekuatan tetapi sebenarnya yang mereka tunjukkan adalah kelemahan yang tak berkesudahan. Empat hari ini kita telah menghantam musuh dengan lebih keras daripada sebelumnya dan itu akan berlanjut," tukas Trump.

Presiden Trump mengunjungi pasukan Amerika di Afghanistan pada akhir November. Terdapat sekitar 12 ribu tentara Amerika di Afghanistan, tetapi presiden mengatakan, penarikan mundur pasukan Amerika tidak akan memengaruhi operasi Amerika di wilayah tersebut.

Menteri Pertahanan Amerika Mark Esper beberapa hari kemudian mengatakan penyelesaian politik adalah satu-satunya cara untuk mengakhiri perang di Afghanistan.

Di tengah berita kemungkinan penarikan itu, Senator Amerika Lindsey Graham bertemu presiden Afghanistan Ghani dan para pemimpin politik di Kabul dan mengatakan bahwa Taliban tidak bisa dipercaya untuk menjadi kekuatan kontraterorisme yang andal.

"Harus jelas bahwa kehadiran kita di Afghanistan akan berlanjut dan tujuan kita adalah menarik pasukan berdasarkan kondisi yang akan menuntut penarikan," kata Graham.

Dalam dua pekan terakhir tahun 2019 ketika Amerika dan Taliban gagal mencapai kesepakatan, pemerintahan Trump mulai mengumumkan bahwa penarikan pasukan Amerika dari Afghanistan tidak lagi terkait dicapai atau tidaknya kesepakatan dengan Taliban.

Pemerintah Trump diperkirakan mengumumkan rencana menarik sekitar 4.000 tentara dari Afghanistan dalam waktu dekat.(ka/jm)

Lihat komentar (2)

XS
SM
MD
LG