Tautan-tautan Akses

Arab Saudi Cegat Rudal Pemberontak Yaman di Dua Kota


Seorang tentara AS berdiri di dekat sistem pertahanan anti misil "Patriot" di pangkalan udara Pangeran Sulta, di al-Kharj, Arab Saudi (foto: dok).

Kantor berita pemerintah Arab Saudi SPA hari Minggu (29/3) melaporkan otorita berwenang berhasil mencegat beberapa rudal balistik yang ditembakkan kelompok pemberontak Houthi di Yaman.

Mengutip seorang juru bicara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi yang memerangi kelompok milisi itu, SPA melaporkan Arab Saudi Sabtu malam (28/3) mencegat dua rudal balistik di atas ibu kota Riyadh dan juga di Jizan, kota yang terletak di perbatasan Arab dan Yaman.

“Dua warga sipil luka ringan karena jatuhnya puing-puing rudal yang dicegat dan meledak di udara, di atas kawasan pemukiman” di Riyadh, ujar juru bicara pertahaan sipil Arab Saudi Letkol. Mohammed Al Hammadi sebagaimana dikutip SPA.

Rudal-rudal itu ditembakkan lima hari setelah seluruh pihak yang terlibat di Yaman menunjukkan dukungan pada PBB untuk memberlakukan gencatan senjata, yang mengingatkan seluruh pihak untuk menghentikan pertempuran karena dunia kini sedang berupaya keras memberantas pandemi virus corona.

PBB menyatakan kekhawatiran atas penembakan rudal itu, dan kembali menyampaikan seruan kepada semua pihak di Yaman untuk mendukung gencatan senjata yang sebagian besar didukung oleh “para pemimpin politik, kepala suku dan kelompok masyarakat sipil di Yaman.”

“Saya sangat kecewa dengan tindakan ini ketika tuntutan publik Yaman untuk mencapai perdamaian disepakati semua pihak dan lebih kuat dibanding sebelumnya. Para pemimpin Yaman setiap saat perlu memusatkan perhatian pada upaya mencegah dan memitigasi konsekuensi dampak wabah Covid-19,” ujar Utusan Khusus PBB Untuk Yaman Martin Griffiths dalam sebuah pernyataan.

Pemberontak Houthi kerap menembakkan rudal ke arah Arab Saudi, tapi sebagian besar tidak mencapai ibu kota.

Serangan rudal ini terjadi pada peringatan lima tahun intervensi Arab Saudi di Yaman, ketika Arab Saudi berupaya memulihkan pemerintahan negara yang diakui secara internasional itu. [em/ii]

XS
SM
MD
LG