Tautan-tautan Akses

Aparat Keamanan Abaikan Informasi soal Pelaku Serangan Manchester


Polisi memeriksa rumah warga di Fallowfield, Manchester, dalam investigasi terkait serangan Manchester, Rabu (24/5).

Para petugas antiteror Inggris melancarkan penggerebekan dan penangkapan setelah serangan bom awal pekan ini yang menewaskan 22 orang, termasuk anak-anak. Di satu sisi penggerebekan itu menenangkan karena menunjukkan bahwa polisi bertindak cepat. Tetapi ini juga menambah perasaan takut di kalangan warga Manchester.

Perasaan itu perlahan berubah menjadi kemarahan karena diketahui bahwa aparat keamanan telah beberapa kali gagal mengidentifikasi pelaku serangan bom bunuh diri Manchester, Salman Abedi, sebagai militan berisiko tinggi.

Sejumlah orang telah melapor – mulai dari tetangga hingga tokoh-tokoh masjid serta petugas sosial – untuk mengadu tentang kurangnya tindakan oleh pihak berwenang, setelah mereka melaporkan kekhawatiran mengenai pelaku yang berusia 22 tahun itu kepada para pejabat kontra teror.

Seorang petugas sosial mengatakan ia menghubungi pihak berwenang setelah Abedi mengatakan bahwa menjadi pelaku serangan bunuh diri itu oke.

Seorang tokoh masyarakat lainnya, Mohammed Shafiq, direktur eksekutif Ramadhan Foundation, mengatakan kepada surat kabar Daily Telegraph bahwa orang-orang di tengah masyarakat menyatakan kekhawatiran mengenai perilaku Abedi dan melaporkannya dengan cara yang tepat dan saluran yang benar. Tetapi setelah melaporkan, tidak ada kabar lainnya.

Dinas intelijen dalam negeri Inggris MI5 maupun polisi Manchester tidak ada yang menanggapi klaim-klaim tersebut, tetapi kemungkinan mereka akan dipanggil para legislator yang menginginkan penjelasan mengapa Abedi hanya dianggap sebagai sosok kurang penting, bukannya sebagai ancaman yang perlu diawasi dan diselidiki. [uh]

XS
SM
MD
LG