Tautan-tautan Akses

Vero, Aplikasi Alternatif Instagram yang Sedang Naik Daun, Apakah Bisa Bertahan?


Aplikasi Vero, tengah, tampak pada layar sebuah iPhone di New York, 1 Maret 2018 (foto: AP Photo/Richard Drew)

Para pengguna Instagram yang muak dengan layanan yang menjadi seperti Facebook berduyun-duyun beralih ke aplikasi baru yang sedang naik daun yang bernama Vero.

Vero memungkinkan anda berbagi foto dan video seperti Instagram, selain itu juga memungkinkan anda berdiskusi tentang musik, film, atau buku-buku yang anda sukai atau tidak anda sukai. Meskipun Vero telah diluncurkan sejak 2015, popularitasnya baru meningkat di hari-hari belakangan ini, sebagian berkat promosi dari mulut-ke-mulut dari komunitas cosplay – penggema buku komik yang senang berdandan seperti karakter dalam buku tersebut. Minat itu kemudian menyebar ke grup-grup online lainnya.

Selain itu juga timbul frustrasi terhadap Instagram, dengan banjirnya iklan, minimnya opsi privasi dan menghilangnya opsi postingan berdasarkan urutan kronologis baru-baru ini. Para pengguna Instagram telah mengunggah cuplikan layar dari Vero, dan mengundang teman-teman mereka untuk bergabung.

Namun jangan anggap nasib Instagram akan segera berakhir. Aplikasi baru yang sedang naik daun banyak sekali yang muncul dan kemudian menghilang, jadi Vero juga menghadapi kemungkinan yang sama. Ingat Ello? Peach? Saya yakin anda ingat.

“Kawula muda sangat mudah terpengaruh dan tidak ada yang menarik perhatian mereka seperti yang dilakukan oleh Snapchat dan Instagram,” ujar Debra Aho Williamson, seorang analis eMarketer dengan spesialisasi di bidang media sosial.

Dari tahun 2015 hingga pekan lalu, jarang orang yang tahu tentang keberadaan Vero, dengan jumlah pengguna yang kurang dari 200.000, menurut CEO Ayman Hariri. Kemudian anggota komunitas cosplay mulai mengunggah foto-foto dari kostum dan riasan yang meriah. Kalangan fotografer, artis tatoo, dan yang lainnya kemudian mulai mengikuti. Terhitung hari Kamis, jumlah pengguna Vero mendekati 3 juta orang, ujar Hariri.

Biaya berlangganan pada akhirnya

Kepopuleran Vero telah begitu melesat pada hari-hari belakangan ini sehingga beberapa pengguna telah melaporkan banyaknya kejadian dimana mereka tidak dapat mengakses aplikasi itu atau menerima pesan kesalahan. Vero mengatakan pihaknya sedang bekerja untuk dapat merespon “gelombang para pengguna baru.”

Vero dapat bekerja pada perangkat bergerak dengan sistem operasi Apple atau Android dan paling tidak untuk saat ini masih gratis. Perusahaan ini pada akhirnya ingin menerapkan biaya berlangganan.

Tidak ada iklan, dan layanan ini berjanji “tidak akan mengumpulkan data pengguna. Selamanya.” Artinya perusahaan ini tidak akan menjual barang-barang berdasarkan minat dan kebiasaan anda, sebagaimana diungkapkan lewat postingan-postingan anda. Sudah barang tentu, Facebook juga mulai tanpa iklan dan “pengumpulan data,” dan perusahaan itu sekarang adalah salah satu perusahaan periklanan internet teratas. Facebook membeli Instagram tahun 2012 dan mulai menampilkan iklan tahun berikutnya.

Pengaturan privasi di Instagram adalah semua atau tidak sama sekali: Apakah anda mengizinkan segalanya tersedia bagi semua orang di Instagram, atau membuat segalanya terlihat hanya pada teman-teman anda saja. Vero memungkinkan anda mengatur tingkat privasi pada tingkat postingan individual. Apabila anda tindak ingin sesuatu dapat terlihat oleh seluruh pengguna, anda dapat memilih hanya teman dekat, teman, atau kenalan.

Perbedaan besar lainnya: Vero menunjukkan postingan teman-teman berdasarkan urutan kronologis ketimbang urutan khusus berdasarkan selera anda yang dipersepsikan, sebagaimana ditentukan oleh perangkat lunak. Instagram menghilangkan presentasi berdasarkan urutan kronologis pada tahun 2016, sebuah perubahan yang tidak disukai oleh banyak penggunanya.

Pendirinya sudah tergolong sebagai orang kaya

CEO Facebook, Mark Zuckerberg, menjadi milyarder setelah memulai layanan media sosialnya. Sebaliknya pendiri Vero sudah terhitung sebagai orang kaya sejak awal.

Hariri adalah putra dari mantan PM Lebanon Rafic Hariri dan membantu mengelola perusahaan konstruksi keluarga yang sekarang telah bangkruti di Saudi Arabia. Ia memperoleh gelar ilmu komputernya dari Georgetown dan kembali ke Saudi Arabia setelah ayahnya terbunuh pada tahun 2005. Saudara tirinya, Saad, adalah PM Lebanon saat ini.

Keterkaitan Hariri dengan bisnis keluarga, Saudi Oger, telah menjadi sorotan. Perusahaan tersebut telah dituduh pada tahun-tahun belakangan ini telah lalai dalam membayar gaji pekerjanya dan membiarkan mereka tidak memiliki makanan atau akses pada perawatan kesehatan. Vero mengatakan, Hariri tidak memiliki keterlibaan operasional atau finansial dengan bisnis tersebut sejak akhir 2013.

Hariri mengatakan ia tidak memulai layanan ini untuk menggantikan Instagram namun untuk memberikan kepada para penggunanya “sebuah jaringan sosial yang lebih otentik.” Karena Vero tidak menampilkan iklan, ujarnya, maka aplikasi itu tidak sekedar mencoba untuk membuat penggunanya lebih betah dan waktu penggunaannya lebih lama. Lebih penting lagi, ujarnya, adalah “apa yang anda rasakan saat anda menggunakannya dan saat anda merasakan manfaatnya.”

Aplikasi-aplikasi yang muncul baru-baru ini seperti Ello dan Peach dapat dengan cepat menjadi populer karena orang muak dengan layanan yang lebih besar dan menginginkan sesuatu yang baru. Namun kenyataan dapat berkata lain saat orang sadar teman-teman mereka belum bergabung dalam layanan ini atau bahwa semua layanan ini tidak seperti apa yang dijanjikan.

Williamson, seorang analis eMarketer, mengatakan tidak mudah bagi sebuah layanan baru untuk menjadi sesuatu yang digunakan oleh orang-orang lebih dari beberapa minggu.

Pengecualian yang langka berlaku untuk Snapchat, yang didirikan pada tahun 2010, pada tahun yang sama dengan pendirian Instagram. Berbeda dengan Instagram, aplikasi ini tetap menjadi perusahaan independen dan masih menjadi layanan populer di antara kawula muda. Namun bahkan Snapchat juga mengalami kesulitan untuk memperluas jaringan penggunanya.

Emarketer baru-baru ini mempublikasikan laporan yang memprediksikan 2 juta orang berusia di bawah 25 tahun akan meninggalkan Facebook untuk beralih ke aplikasi lain tahun ini. Namun artinya beralih ke Snapchat dan Instagram yang dimiliki Facebook, tidak melulu beralih ke layanan-layanan yang baru muncul seperti Vero. [ww]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG