Tautan-tautan Akses

Antonio Banderas Perankan Picasso


Aktor dan sutradara Spanyol, Antonio Banderas (kiri) berbicara dengan seorang kru, di lokasi pengambilan gambar musim kedua seri antologi pelukis Spanyol, Pablo Picasso, di Malaga, 31 Oktober 2017.

Ketika masih kanak-kanak, aktor Spanyol Antonio Banderas, selalu melewati rumah masa kecil pelukis Pablo Picasso dalam perjalanan ke sekolah. Seperti suratan takdir, Banderas memerankan pelukis besar ini.

Selama bertahun-tahun, putra Malaga terkenal kedua, menolak tawaran untuk memainkan Picasso karena dia sadar akan “berada dalam sorotan,” ketika berperan sebagai tokoh ini.

Namun akhirnya Banderas mengiakan.

Dia bermain dalam 10 episode serial televisi mengenai hiruk-pikuk kehidupan Picasso yang disutradarai oleh sutradara Hollywood kaliber atas, Ron Howard, dan sebuah film yang mengisahkan masa 33 hari ketika Picasso melukis mahakarya anti-perang, “Guernica,” yang ditulis oleh sutradara Spanyol, Carlos Saura.

“Film sangat bagus untuk acara-acara,” kata Banderas, “tapi untuk kehidupan seseorang, 10 jam di TV adalah cara yang sangat menarik.”

Meski demikian, memerankan seseorang seperti Picasso, “seberapa pun baiknya anda memerankan, anda akan menghadapi kritikan,” kata aktor berusia 57 tahun kepada AFP dari lokasi pengambilan gambar serial baru, “Genius Picasso.”

“Hal yang sama terjadi pada Picasso,” kata Banderas menegaskan. “Dia tahu ketika dia melukis “Les Demoiselles d’Avignon," orang-orang akan mencoba membunuhnya karena dianggap tidak pantas pada zamannya."

Picasso membayangi kehidupan masa kecil Banderas di Malaga, pelabuhan Andalusia, tempat mereka dilahirkan dan hanya berjarak empat jalan.

Banderas pernah bertemu dengan putri Picasso, Paloma, ketika Banderas baru pertama kali menginjak Los Angeles dan tidak fasih berbahasa Inggris.

Pada saat bertemu Paloma, Banderas berbicara dalam bahasa Spanyol. Di tengah percakapan, Paloma menutup matanya. Khawatir pembicaraannya membosankan, Banderas bertanya apakah Paloma lelah.

Di luar dugaan, Paloma menjawab, “Tidak, sama sekali tidak. Ketika saya menutup mata saya, saya bisa melihat ayah saya karena anda berbicara dengan aksen yang sama seperti dia. Begitu cara ayah saya berbicara. Dia berbicara seperti anda.” [fw/au]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG