Tautan-tautan Akses

Antisipasi Wabah Corona, 400 Sekolah di Palu Diliburkan Mulai Selasa


Simulasi penanganan pasien virus corona (COVID-19) di sebuah rumah sakit di Palu, Sulawesi Tengah, 4 Maret 2020. (Foto: AFP)

Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, memutuskan untuk meliburkan 400-an sekolah mulai dari tingkat PAUD hingga SMP mulai Selasa (17/3). Hal itu untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Saat ini, dua warga diisolasi di rumah sakit di Palu setelah kembali dari Jakarta.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu Ansyar Setiadi mengatakan, Minggu (15/3), mulai Selasa, 17 Maret 2020, kegiatan belajar-mengajar di 400 sekolah di Palu diliburkan untuk mengantisipasi penyebaran wabah virus corona.

Sekolah-sekolah itu diliburkan mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Tingkat Pertama, dengan jumlah pelajar sekitar 50 ribu.

Kebijakan itu diputuskan dalam rapat di kantor Wali Kota Palu, pada Minggu (15/3) sore. Rapat dihadiri oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan dan para kepala sekolah.

Selama masa libur yang berlangsung hingga 29 Maret itu, pihak sekolah diharapkan melakukan langkah-langkah pembersihan dan pembenahan sarana dan prasarana untuk memastikan lingkungan sekolah bersih dan steril.

“Para kepala sekolah, guru dan tenaga administrasi tetap melakukan aktivitasnya di sekolah guna memonitoring aktivitas belajar mengajar para peserta didik di rumahnya masing-masing melalui media komunikasi dan teknologi informasi,” papar Ansyar Setiadi di Kantor Wali Kota Palu, usai rapat.

Suasana rapat di ruang Bantaya kantor Wali Kota Palu, Minggu 15 Maret 2020, untuk membahas rencana meliburkan kegiatan belajar-mengajar di 400 sekolah di Kota Palu mulai 17 Maret 2020. (Foto: Yoanes Litha/VOA)
Suasana rapat di ruang Bantaya kantor Wali Kota Palu, Minggu 15 Maret 2020, untuk membahas rencana meliburkan kegiatan belajar-mengajar di 400 sekolah di Kota Palu mulai 17 Maret 2020. (Foto: Yoanes Litha/VOA)

Dalam masa libur, pihak sekolah akan memberikan tugas-tugas agara mereka tetap punya kegiatan selama di rumah.

Ansyar mengimbau para orang tua murid untuk memastikan anak-anak tetap berada di rumah mengerjakan tugas-tugas sekolah. Harapannya, imbuh Ansyar, kegiatan belajar di rumah dan upaya mengantisipasi penyebaran virus corona bisa berjalan dengan baik.

Saat ini, ada dua orang telah diisolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata Palu sejak Sabtu (14/3). Selain itu terdapat 18 orang lainnya berstatus dalam pemantauan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, dr. Huzaimah, kepada VOA mengatakan 14 dari 32 orang yang berada dalam pemantauan, dinyatakan aman karena sudah melewati masa inkubasi 14 hari. Delapan belas orang lainnya masih dalam pengawasan. Mereka diketahui baru kembali dari Jepang.

“Tidak dirawat ini yang 32 (orang). Tidak ada yang sakit, hanya diawasi,” papar Huzaimah.

Antisipasi Wabah Corona, 400 Sekolah di Palu Diliburkan Mulai Selasa
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:02:39 0:00

Kata Huzaimah, dua orang yang yang diisolasi di RSUD Undata Palu sejak Sabtu (14/3) adalah perempuan berusia 62 tahun dan 16 tahun. Keduanya diketahui baru kembali dari Jakarta.

“Yang dirawat itu dari Jakarta, panas, batuk, beringus. Sementara dalam pemeriksaan intensif untuk mengetahui apa dia positif atau tidak,” ungkap dr. Huzaimah. [yl/em/ft]

Lihat komentar

Recommended

XS
SM
MD
LG