Tautan-tautan Akses

Anies Baswedan Positif Covid-19


Gubernur Jakarta Anies Baswedan berbicara saat wawancara di kantornya di tengah wabah Covid-19 di Jakarta, 17 September 2020. (Foto: Reuters/Yuddy Cahya Budiman)

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terinfeksi virus Covid-19. Informasi tersebut ia sampaikan melalui video yang diunggahnya.

Dalam rekaman video yang diunggah di akun Instagramnya, Selasa (1/12), Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, Anies Baswedan mengumumkan dirinya terinfeksi virus Covid-19. Dia bercerita setelah wakilnya, Ahmad Riza Patria, positif Covid-19 Ahad lalu, di hari itu pula, dirinya menjalani tes swab antigen dan hasilnya negatif.

Anies menambahkan ia melakukan tes swab antigen itu karena kerap menjalin interaksi dengan Riza Patria.

"Lalu hari Senin tanggal 30 November, saya kembali menjalani swab PCR sebagai konfirmasi atas hasil antigen hari sebelumnya. Dan ternyata malamnya, dini hari, saya mendapat kabar kalau hasilnya positif. Hasil tes PCR menyatakan bahwa saya positif Covid-19," kata Anies.

Anies menyatakan memilih untuk mengumumkan pada kesempatan pertama setelah mengetahui dirinya terjangkit Covid-19 sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat DKI Jakarta.

Anies menekankan pengumuman secara terbuka bahwa ia mengidap Covid-19 dilakukan agar orang-orang yang dalam beberapa hari terakhir berhubungan langsung dengannya bisa mengambil langkah yang dibutuhkan seperti isolasi mandiri atau menjalani tes swab PCR.

Anies bersyukur dalam keadaan baik dan tanpa gejala. Setelah berkonsultasi dengan dokter, Anies akan menjalani isolasi mandiri dan mengikuti prosedur pengobatan yang ditetapkan tim medis.

Anies Baswedan Positif Covid-19
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:02:43 0:00

Dia mengatakan isolasi mandiri akan dilakukan di rumah dinas, di mana dia akan tinggal sendiri di sana. Sedangkan keluarganya tetap tinggal di rumah pribadi yang selama ini mereka tempati.

Meski menjalani isolasi, Anies menegaskan akan tetap menjalani tugas sebagai gubernur dengan bekerja secara virtual, memimpin rapat-rapat secara virtual, sesuatu yang sudah biasa dilakukan sejak Maret lalu ketika pandemi mulai merebak Indonesia. Gubernur DKI itu meyakini hal semacam ini tidak mengganggu proses pengambilan keputusan dan pemerintahan.

Kantor gubernur, tambahnya akan ditutup seperti kantor wakil gubernur yang sudah lebih dulu ditutup. Kedua kantor ini terpisah dari gedung Balai Kota dan Balai Kota tetap beroperasi sehingga karyawan tetap bekerja dengan penerapan protokol Covid-19 yang ketat.

Di akhir pengumumannya, Anies meminta kepada seluruh warga Jakarta untuk mendoakan kesembuhan bagi dirinya dan Riza Patria, sehingga bisa bekerja kembali di Balai Kota.

Anies mengingatkan kepada semua warganya untuk berdisiplin menggunakan masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kegiatan berkumpul.

Reuters melaporkan, gubernur berusia 51 tahun ini termasuk di antara sejumlah politisi dan pejabat yang terjangkit virus corona. Menteri Perhubungan dan Agama Indonesia sebelumnya dirawat karena virus itu.

Kepala Kantor Staf Presiden RI, Moeldoko. (Foto: dok).
Kepala Kantor Staf Presiden RI, Moeldoko. (Foto: dok).

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan di masa pandemi Covid-19, seorang kepala daerah bisa menjalankan tugasnya secara virtual dari mana saja. Meskipun Gubernur Anies Baswedan dan wakilnya, Ahmad Riza Patria, terinfeksi Covid-19 lanjut Moeldoko, pemerintahan Jakarta masih berjalan baik.

"Dengan adanya akses komunikasi yang sekarang ada, saya pikir seorang panglima, seorang gubernur, bisa memimpin dari manapun. Nanti pasti akan dilihat efektivitasnya. Menurut saya sih, sementara masih bisa berjalan dengan baik," ujar Moeldoko.

Dalam sepekan terakhir, angka penularan Covid-19 melonjak di berbagai daerah. Kenaikan tertinggi terjadi di semua provinsi di Pulau Jawa. Hingga kemarin, Jakarta mencatat 10.217 kasus aktif Covid-19, Jawa Barat 6.559 kasus, Jawa Tengah 13.693 kasus, Yogyakarta 1.420 kasus, Jawa Timur 1.420 kasus, dan Banten 3.815 kasus.

Indonesia telah mencatat rekor jumlah kasus selama tiga hari dalam seminggu terakhir. Dengan lebih dari 530 ribu infeksi dan hampir 17 ribu kematian, Indonesia menjadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi di Asia Tenggara.

Jakarta juga mencatat rekor tertinggi jumlah kasus infeksi baru selama sebulan terakhir, dengan rata-rata sekitar 1.240 kasus per hari dalam seminggu terakhir. Beberapa pakar kesehatan dan pejabat mengaitkan lonjakan kasus baru-baru ini dengan acara yang dihadiri massa dalam jumlah besar di sekitar ibu kota.

Acara penggalangan massa tersebut termasuk ribuan orang yang bergabung dalam protes menentang UU Cipta Kerja dan kepulangan imam besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab dari Arab Saudi. [ah/ft, fw/ab]

Lihat komentar (1)

Forum ini telah ditutup.

Recommended

XS
SM
MD
LG