Tautan-tautan Akses

Angka Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia, Masih di Atas Rata-rata Global


Petugas medis mengenakan APD duduk di dalam ambulans, setelah mengumpulkan sampel swab untuk uji Covid-19 di pasar tekstil tradisional di Jakarta, 2 Juli 2020. (REUTERS / Willy Kurniawan)

Kurva Covid-19 d Tanah Air belum menunjukkan penurunan. Bahkan angka kematian akibat virus ini pun masih di atas rata-rata global.

Juru Bicara Penanganan Kasus Virus Corona, Dr Achmad Yurianto melaporkan sampai Selasa (7/7) angka kematian akibat Covid-19 di Tanah Air sudah menyentuh angka 3.309 setelah ada 68 orang yang meninggal dunia hari ini. Ternyata jumlah tersebut, kata Yuri masih di atas rata-rata global.

“Kalau kita hitung secara global angka kematian pada kasus Covid-19 ini berkisar 4,99 persen. Relatif sedikit lebih tinggi dibanding dengan angka global pada 4,64 persen. Ini adalah rata-rata nasional,” ujar Yuri dalam telekonferensi di Gedung BNPB, Jakarta, Selasa (7/7).

Meski begitu, Yuri menjelaskan terdapat 20 provinsi yang angka kematiannya sudah di bawah angka rata-rata global. Bahkan ada 11 provinsi yang angka kematiannya di bawah dua persen, yaitu Jambi, Nusa Tenggara Timur, Papua, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Bangka Belitung, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Bali, Kalimantan Timur dan Papua Barat.

“Angka ini diharapkan akan terus turun dengan semakin baiknya layanan kesehatan yang diberikan di rumah sakit,” imbuhnya.

Sementara itu, dilaporkan ada ada 866 pasien yang sudah diperbolehkan pulang hari ini, sehingga total pasien yang telah pulih mencapai 30.785. Angka kesembuhan tersebut sudah mencapai 46,06 persen. Masih jauh di bawah rata-rata global yaitu 56,55 persen.

“Namun ada 19 provinsi yang memiliki angka sembuh di atas rata-rata global. Bahkan ada sembilan provinsi dengan angka sembuh sudah melebihi 80 persen kasus, diantaranya di provinsi Riau, Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Timur, Kepulauan Riau, Gorontalo, Jogjakarta, Sumatera Barat dan Bangka Belitung,” jelasnya.

Angka Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia, Masih di Atas Rata-rata Global
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:02:42 0:00

Indonesia kini memiliki 66.226 kasus Covid-19, setelah ada penambahan 1.268 kasus baru hari ini. Secara nasional, jumlah testing juga masih relatif rendah yaitu hanya 3.394 per satu juta penduduk.

Adapun lima provinsi dengan jumlah testing terbanyak per satu juta penduduk adalah DKI Jakarta (26.527), Sumatera Barat (9.124), Bali ( 8.870), Sulawesi Selatan (6.288), dan Papua (5.440). Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) kini 38.702, sementara jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 13.471.

Perubahan Zona Risiko Covid-19 Sangat Dinamis

Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengatakan pemetaan zonasi risiko daerah yang terpapar Covid-19 masih sangat dinamis. Ia mengungkapkan,ada sebuah kabupaten/kota yang sebelumnya masuk dalam zona rendah, kini berubah menjadi zona tinggi. Namun ada juga daerah yang berhasil menekan risiko sehingga bisa masuk ke dalam kategori zona hijau, atau tidak terpapar virus corona.

“Saya ingatkan bahwa Covid-19 adalah sebuah penyakit yang bersifat sangat dinamis, kita dapat melihat pergerakan yang begitu cepat kasus positif berubah menjadi sembuh, kemudian orang yang sebelumnya ODP, PDP terkonfirmasi menjadi positif. Sebuah daerah juga dengan cepat terjadi perubahan, zona resiko tinggi turun menjadi resiko sedang, atau dari rendah naik menjadi sedang, dan lain sebagainya. Itu semua dikarenakan emmang Covid-19 adalah sebuah penyakit yang sangat dinamis, yang dalam waktu singkat dapat berubah dari satu kotak ke kotak yang lain,” ungkap Dewi.

Ia menjelaskan, hingga 5 Juli 2020 terdapat 61 kabupaten/kota yang tidak terdampak, 43 kabupaten/kota masuk ke dalam zona hijau, 175 kabupaten/kota dengan resiko rendah, 180 kabupaten/kota dengan resiko sedang dan 55 kabupaten/kota dengan resiko tinggi.

“Kita melihat bahwa jumlah zona hijau semakin bertambah sebesar 20,2 persen dari seluruh 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Zona resiko rendah yang berwarna kuning sebanyak 34 persen, zona resiko sedang sebanyak 35 persen, dan zona resiko tinggi sebanyak 10, 7 persen dari seluruh kabupaten/kota yang ada di Indonesia,” paparnya.

Update Infografis percepatan penanganan COVID-19 di Indonesia per tanggal 7 Juli 2020 Pukul 12.00 WIB. (Foto; Twitter/@BNPB_Indonesia)
Update Infografis percepatan penanganan COVID-19 di Indonesia per tanggal 7 Juli 2020 Pukul 12.00 WIB. (Foto; Twitter/@BNPB_Indonesia)

Ia menjelaskan pergerakan zonasi risiko Covid-19 dalam dua pekan terakhir sampai 5 Juli masih sangat dinamis. Sebanyak 38 kabupaten/kota dengan risiko rendah naik menjadi risiko sedang. Lalu sebanyak 36 kabupaten/kota turun dari risiko sedang menjadi risiko rendah. Selain itu, ada 17 kabupaten/kota yang berhasil turun menjadi risiko sedang dari risiko tinggi. Dan sebanyak 10 kabupaten/kota berhasil berubah dari zona risiko rendah masuk ke dalam zona hijau yaitu tidak ada kasus baru.

“Kemudian terdapat 10 kabupaten/kota dari zona risiko rendah masuk kembali ke zona hijau. Ini adalah 10 kabupaten/kota yang berprestasi meskipun mereka telah terdampak atau terdapat kasus positif Covid-19 di daerahnya namun berhasil menekan laju penularan sehingga dalam empat pekan terakhir tidak ada kasus baru dan angka kesembuhan mencapai 100 persen, yaitu Provinsi Jambi: Merangin, Tanjung Jabung Timur, Provinsi Kalimantan Barat: Kapuas Hulu, Kayong Utara, Provinsi Lampung: Pesawaran,Provinsi Nusa Tenggara Timur: Flores Timur, Provinsi Sumatera Barat:Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Selatan: Ogan Komering,” jelasnya.

Lihat komentar (1)

Forum ini telah ditutup.

Recommended

XS
SM
MD
LG