Tautan-tautan Akses

Anggota Dewan Penasihat Pemimpin Agung Iran Meninggal Karena Virus Korona


Anggota Dewan Penasihat Pemimpin Agung Iran, Mohammad Mirmohammadi, meninggal dunia akibat virus korona, Senin, 2 Maret 2012. (Foto: dok).

Seorang anggota dewan penasihat pemimpin agung Iran, Senin (2/3) meninggal dunia setelah terjangkit virus korona, sebut radio pemerintah. Ia adalah pejabat tinggi pertama Iran yang meninggal karena virus yang menjangkiti beberapa pemimpin Republik Islam Iran.

Kematian anggota Dewan Penasihat Mohammad Mirmohammadi itu terjadi sementara Iran mengumumkan bahwa virus korona telah menewaskan 66 orang di antara 1.501 pasien yang telah dikukuhkan terjangkit virus itu di negara tersebut.

Iran mencatat jumlah korban tewas tertinggi di dunia setelah China, pusat perebakan wabah virus korona.

Mirmohammadi meninggal di rumah sakit di Teheran Utara karena virus korona dalam usia 71 tahun, lapor radio pemerintah.

Ia bertugas di dewan yang memberi nasihat kepada pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei, selain menyelesaikan perselisihan antara ulama senior dan parlemen.

Kematiannya terjadi sementara beberapa pejabat tinggi lainnya juga terjangkit virus itu di Iran.

Mereka yang sakit antara lain Wakil Presiden Masoumeh Ebtekar, yang lebih dikenal sebagai "Sister Mary.'' Ia adalah perempuan yang menjadi juru bicara untuk para mahasiswa yang menduduki Kedutaan Besar AS di Teheran pada tahun 1979 dan memicu krisis penyanderaan selama 444 hari, sebut media pemerintah.

Iraj Harirchi juga terjangkit. Ia adalah ketua satgas pemerintah Iran mengenai virus korona yang berusaha tidak membesar-besarkan tentang wabah virus itu sebelum ia jatuh sakit.

Iran telah melaporkan 978 pasien yang telah dikukuhkan terjangkit virus korona serta 54 kematian akibat virus itu. Di seantero kawasan Timur Tengah, dilaporkan lebih dari 1.150 orang terjangkit virus korona, mayoritasnya memiliki kaitan dengan Iran.

Para pakar khawatir mengenai persentase kematian akibat terjangkit virus korona di Iran, sekitar 5,5 persen, yang lebih tinggi daripada negara-negara lainnya. Ini menunjukkan jumlah mereka yang terjangkit di Iran mungkin lebih banyak daripada angka-angka yang dilaporkan sekarang ini. [uh/ab]

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG