Tautan-tautan Akses

Amnesty International Serukan Penghentian Penjualan Senjata ke Koalisi Pimpinan Saudi


Anak-anak Yaman menyerukan dihentikannya serangan koalisi terhadap Yaman pasca serangan udara Saudi yang menewaskan belasan anak di provinsi Sadaa (foto: dok).
Anak-anak Yaman menyerukan dihentikannya serangan koalisi terhadap Yaman pasca serangan udara Saudi yang menewaskan belasan anak di provinsi Sadaa (foto: dok).

Sebuah kelompok HAM internasional mendesak negara-negara Barat, Rabu, untuk berhenti memasok senjata ke pihak-pihak yang terlibat konflik di Yaman, setelah laporan-laporan menyatakan bahwa banyak senjata itu jatuh ke tangan ekstremis.

Peneliti Amnesty International Patrick Wilcken mengatakan, menjamurnya militan di Yaman, yang menurutnya didukung Uni Emirat Arab “memperburuk krisis kemanusiaan dan merupakan ancaman yang semakin berkembang bagi penduduk sipil”.

Senjata-senjata dari Amerika dan Inggris jatuh ke tangan militan-militan al-Qaida dan ISIS, kata Wilcken mengacu pada laporan terbaru oleh Arab Reporters for Investigative Journalism yang berkantor di Amman. Uni Emirat Arab belum mengomentari tuduhan itu.

Koalisi yang dipimpin Saudi, yang mencakup Uni Emirat Arab, telah berperang di Yaman melawan pemberontak Houthi yang didukung Iran sejak 2015.

Sebuah laporan kantor berita Associated Press Agustus lalu mengungkap adanya kesepakatan antara koalisi dan al-Qaida untuk mengalirkan senjata dan uang tunai dari para komandan di Teluk dan sekutu-sekutu mereka ke kelompok-kelompok militan yang terkait al-Qaida yang berjuang bersama mereka melawan pemberontak.

Jerman, Belanda dan Norwegia telah membatasi kesepakatan jual beli senjata dengan anggota-anggota koalisi, sementara beberapa negara Barat lainnya ,termasuk Amerika dan Inggris, terus memasok senjata.

Perang di Yaman telah menewaskan ribuan orang dan membuat lebih dari tiga juta orang terpaksa mengungsi. Pembicaraan damai yang dimulai kembali di Swedia tahun lalu belum mencapai terobosan besar. (ps/ab)

XS
SM
MD
LG