Tautan-tautan Akses

Daerah-daerah Aleppo Jatuh ke Tangan Pasukan Suriah


Pasukan pemerintah Suriah menembak ke angkasa sebagai perayaan kemenangan mereka atas pemberontak di Aleppo timur (12/12). (Reuters/Omar Sanadiki)
Pasukan pemerintah Suriah menembak ke angkasa sebagai perayaan kemenangan mereka atas pemberontak di Aleppo timur (12/12). (Reuters/Omar Sanadiki)

Fokus konflik akan berubah cepat ke provinsi Idlib yang dekat dengan Aleppo, kata Jenderal Salim Idris, mantan komandan Tentara Pembebasan Suriah Suriah.

Jatuhnya daerah-daerah Aleppo timur di Suriah yang dikuasai pemberontak ke tangan pasukan Presiden Bashar al-Assad mungkin merupakan kemenangan yang menentukan dalam perang saudara selama lima tahun.

Kekalahan pemberontak itu memiliki makna simbolis yang besar dan memungkinkan rezim dan pendukungnya dari luar negeri, Rusia dan Iran, bebas untuk memusatkan kekuatan militer mereka pada benteng pemberontak yang masih ada di Suriah barat.

Walaupun komandan-komandan pemberontak dan politisi oposisi berkeras jatuhnya Aleppo tidak akan menandai akhir pemberontakan, sebagian pemberontak tidak meragukan bahwa mereka telah kalah dan rezim Assad mungkin beberapa jam lagi merebut apa yang tersisa dari Aleppo timur, sehingga perlawanan harus berubah menjadi perang gerilya agar revolusi bisa dilanjutkan.

Fokus konflik akan berubah cepat ke provinsi Idlib yang dekat dengan Aleppo, kata Jenderal Salim Idris, mantan komandan Tentara Pembebasan Suriah Suriah, yang khawatir jatuhnya Aleppo akan merupakan pukulan fatal pada status milisi yang moderat dan lebih sekuler.

Setelah Aleppo "pasukan Assad akan berfokus ke barat ke provinsi Idlib dan di situlah perjuangan akan berakhir," kata Jenderal Idris dengan sedih.

Militer Suriah mengklaim Senin (12/12), 98 persen dari Aleppo timur sudah jatuh ke tangan pasukan pemerintah. Dan meskipun ada perselisihan tentang itu, pemantau independen memperkirakan 10 persen dari bagian timur kota itu masih dikuasai pemberontak. Tapi jelas pemberontak sekarang terkepung dalam daerah kantong kecil, dan mungkin tidak akan mampu bertahan menghadapi serangan lebih dari beberapa jam, atau beberapa hari, kata para diplomat Barat yang di Turki. [sp/isa]

XS
SM
MD
LG