Tautan-tautan Akses

Aktivis Iklim dan WHO Kecam Ketidakadilan Vaksin 


Aktivis iklim asal Swedia, Greta Thunberg, berpartisipasi dalam demo "Jumat untuk Masa Depan" di depan gedung parlemen Swedia (Riksdagen) di Stockholm, 25 September 2020. (Foto: Jonathan Nackstrand/AFP)

Ketika Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mengumumkan bahwa kasus baru COVID-19 terus meningkat selama delapan minggu berturut-turut, aktivis iklim remaja Greta Thunberg ikut mengecam ketidakadilan vaksin di seluruh dunia.

Dalam jumpa pers pada Senin (19/4) dari kantor pusat WHO di Jenewa, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan kasus baru COVID-19 minggu lalu meningkat selama delapan minggu berturut-turut, dengan lebih dari 5,2 juta kasus dilaporkan. Ini merupakan jumlah tertinggi kasus baru yang dilaporkan dalam satu minggu sejak pandemi dimulai.

Ia mengatakan kematian juga meningkat dalam lima minggu berturut-turut, dan lebih dari tiga juta kematian di seluruh dunia telah dilaporkan kepada WHO sejak pandemi dimulai.

“Perlu sembilan bulan untuk mencapai 1 juta kematian; empat bulan untuk mencapai 2 juta; dan tiga bulan untuk mencapai 3 juta,” kata Tedros.

Pimpinan WHO itu mengatakan infeksi dan rawat inap di antara orang-orang berusia 25 dan 59 tahun bertambah pada tingkat yang mengkhawatirkan, kemungkinan karena varian yang sangat mudah menular dan meningkatnya pertemuan sosial di antara orang dewasa yang lebih muda.

"Kita mempunyai alat untuk mengendalikan pandemi ini dalam hitungan bulan jika kita menerapkannya secara konsisten dan adil" di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, kata Tedros.

Ia memperkenalkan Thunberg, yang meminta komunitas internasional agar berbuat lebih banyak untuk mengatasi ketidakadilan vaksin. Ia mengatakan rata-rata, satu dari empat orang di negara yang berpenghasilan tinggi telah menerima vaksin virus corona, dibandingkan dengan hanya satu dari 500 lebih orang di negara berpenghasilan rendah.

"Kita punya sarana untuk memperbaiki ketidakseimbangan besar yang ada di seluruh dunia saat ini dalam perang melawan COVID-19," kata Thunberg.

"Sama seperti krisis iklim, kita harus membantu mereka yang paling rentan terlebih dahulu," imbuhnya.

Thunberg menjanjikan lebih dari $125 ribu atau sekitar Rp `.dari yayasannya bagi fasilitas vaksin internasional COVAX yang dikelola WHO. COVAX dibentuk guna mengumpulkan vaksin untuk didistribusikan ke negara-negara miskin dan negara berpenghasilan menengah. [my/ka]

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG