Tautan-tautan Akses

AS

Ahmad Sarwari, Anak Imigran Afghanistan, Perancang Web dan Game di AS


STEM mendorong siswa untuk menyukai dan mempelajari bidang-bidang Sains, Teknologi, Teknik Rekayasa, dan Matematika (foto: ilustrasi)

Gedung Putih pada Desember 2018 lalu meluncurkan strategi pendidikan STEM – Sains, Teknologi, Teknik Rekayasa dan Matematika – untuk lima tahun ke depan, guna mendorong siswa mempelajari dan menyukai bidang-bidang itu.

Dengan semakin banyaknya tuntutan pekerjaan di bidang STEM ini, para siswa di seluruh Amerika bertarung untuk mengejar karir di bidang tersebut. Ahmad Sarwari, seorang siswa imigran dari Afghanistan yang berusia 12 tahun, bermimpi bisa bekerja di Silicon Valley dan banyak orang mengatakan ia memiliki bakat luar biasa untuk mencapai mimpinya.

Pindah ke kota baru itu sulit tetapi pindah ke negara baru memiliki tantangan unik bagi seorang anak berusia 12 tahun seperti Ahmad Sarwari, yang kini dikenal sebagai perancang web dan game.

“Ketika pertama kali tiba di Amerika, saya tidak punya teman karena saya tidak dapat berinteraksi dalam bahasa Inggris. Tetapi setelah belajar bahasa Inggris, dalam waktu beberapa bulan saja saya punya banyak teman,” tuturnya.

Yang membedakan Ahmad Sarwari dengan teman-temannya di kelas tujuh – atau setingkat SMP kelas 1 di Indonesia – adalah ia merancang video games dan website pada usia sangat belia. Dengan melakukan hal ini, ia dapat membantu keluarganya secara finansial.

“Hingga saat ini saya membuat website atau situs bagi orang-orang lewat email. Mereka mengirim email meminta saya membuat situs untuk bisnis mereka, atau situs pribadi tentang kehidupan mereka.”

Ahmad Sarwari berasal dari keluarga imigran Afghanistan yang pindah ke Amerika beberapa tahun lalu. Dalam waktu singkat ia berhasil menarik begitu banyak perhatian dari sekolahnya. (em)

XS
SM
MD
LG