Tautan-tautan Akses

Afghanistan Tentang Keras Pembangunan Pagar Perbatasan Pakistan


Juru bicara Kementerian Luar Negeri Afghanistan, Ahmad Shakib Mustaghani berbicara kepada media di Kabul (foto: dok).

Afghanistan meminta kepada Pakistan agar menghentikan pembangunan pagar perbatasan antara kedua negara, dan memberi indikasi bahwa Kabul kemungkinan akan mengambil tindakan militer kalau diplomasi gagal menyelesaikan masalah tersebut.

Militer Pakistan meluncurkan proyek pembangunan pagar perbatasan bulan lalu, setelah memperkuat tempat-tempat penyeberangan perbatasan yang biasa. Pakistan juga melakukan pembangunan sarana-sarana keamanan baru di beberapa bagian perbatasan sepanjang 2.600 kilometer itu, yang sebagian mudah disusupi, yang dinamakan Durand Line.

Islamabad mengatakan pembangunan pagar itu akan membantu mengatasi masalah terorisme bersama dan mencegah penyeberangan illegal serta penyusupan teroris dua arah.

Namun, proyek keamanan perbatasan itu telah menimbulkan kemarahan kalangan politik dan komentator media Afghanistan. Negara yang dilanda konflik itu dalam sejarahnya telah mengugat beberapa bagian garis perbatasan yang ditarik tahun 1893 itu oleh penguasa Inggris pada waktu itu di anak benua India.

Perdebatan beberapa hari yang memanas mengenai masalah tersebut dalam parlemen Afghanistan mendorong Kementerian Luar Negeri hari Rabu mengeluarkan tanggapan resmi pemerintah.

“Kami telah menyatakan dengan jelas bahwa setiap bentuk tindakan sepihak yang diambil sepanjang garis Durand Line tanpa persetujuan pemerintah Afghanistan akan tidak kuat, tidak praktis dan tidak mungkin,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Ahmed Shakib Mostaghani dalam jumpa pers di Kabul. Afghanistan telah lama menyebut perbatasan dengan Pakistan itu suatu perbatasan khayal.

Mostaghani menganggap lagi “hanya sebagai kedok” alasan Islamabad bahwa militan memasuki Pakistan dari wilayah Afghanistan untuk melancarkan serangan teroris di negara tetangga. Mostaghani menambahkan bahwa pemerintahnya telah mengajukan masalah tersebut kepada pihak berwenang Pakistan untuk diselesaikan melalui saluran diplomatik. [gp]

XS
SM
MD
LG