Tautan-tautan Akses

Abaikan Hasil Survei, Persiapan Olimpiade Tokyo Tetap Berlangsung


Simbol Olimpiade dipasang kembali setelah diturunkan untuk pemeliharaan menjelang Olimpiade Tokyo 2020 yang ditunda di bagian Odaiba Selasa, 1 Desember 2020, di Tokyo. (Foto: AP/Eugene Hoshiko)
Simbol Olimpiade dipasang kembali setelah diturunkan untuk pemeliharaan menjelang Olimpiade Tokyo 2020 yang ditunda di bagian Odaiba Selasa, 1 Desember 2020, di Tokyo. (Foto: AP/Eugene Hoshiko)

Penyelenggara Olimpiade Tokyo mengatakan persiapan untuk pesta olahraga akbar itu masih berlangsung. Pernyataan itu dikeluarkan setelah lebih dari 80 persen orang di Jepang yang disurvei dalam dua jajak pendapat terpisah mengatakan Olimpiade Tokyo harus dibatalkan atau ditunda, atau mengatakan mereka percaya Olimpiade itu tidak akan berlangsung.

"Untuk memberikan kegembiraan dan harapan kepada banyak orang, kami akan melakukan yang terbaik hingga akhir," kata Yoshiro Mori, Presiden Olimpiade Tokyo 2020, Selasa (12/1), dalam pidato Tahun Barunya.

Olimpiade Tokyo tetap menyertakan tahun 2020 karena memang seharusnya diselenggarakan tahun lalu namun kemudian ditunda menjadi tahun ini.

Jajak-jajak pendapat tersebut dilakukan oleh kantor berita Jepang Kyodo dan TBS (Tokyo Broadcasting System).

Hasil kedua jajak pendapat ini bertentangan dengan keputusan panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo dan Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang terus mengatakan bahwa pesta olahraga akbar yang sebelumnya ditunda itu akan dilangsungkan mulai 23 Juli mendatang.

Tokyo sedang menghadapi lonjakan kasus Covid-19 yang mendorong pemerintah nasional pekan lalu untuk memberlakukan keadaan darurat. Ketika mengumumkan keadaan darurat tersebut, Perdana Menteri Yoshihide Suga mengatakan ia yakin Olimpiade Tokyo akan tetap berlangsung.

Jepang sebetulnya relatif berhasil mengendalikan virus corona tetapi lonjakan kasus baru-baru ini telah meningkatkan keraguan tentang perlunya menyelenggarakan Olimpiade, dan kekhawatiran akan potensi bahaya yang ditimbulkan dengan menghadirkan 15 ribu atlet Olimpiade dan Paralimpiade ke negara itu.

Olimpiade itu juga akan menghadirkan puluhan ribu pelatih, juri, sponsor, wartawan dan lain-lain. Belum jelas apakah para penggemar dari luar negeri akan diizinkan datang ke Tokyo, atau apakah para penggemar lokal dibolehkan menghadiri acara itu.

Negara berpenduduk 126 juta orang itu mencatat sekitar 3.800 kematian terkait Covid-19.

Jajak pendapat TBS menanyakan apakah Olimpiade bisa diadakan. Dalam survei telepon yang melibatakan 1.261 responden itu, 81 persen menjawab "tidak" dengan hanya 13 persen menjawab "ya". Jawaban "tidak" itu meningkat 18 persen dari survei serupa pada Desember.

Dalam jajak pendapat Kyodo, 80,1 persen responden dalam survei telepon mengatakan Olimpiade harus dibatalkan atau dijadwalkan ulang. Prosentase jawaban seperti itu melonjak lebih dari 17 persen dari survei serupa pada Desember lalu. Kyodo mengatakan survei tersebut melibatkan 715 rumah tangga yang dipilih secara acak. [ab/uh]

XS
SM
MD
LG