Tautan-tautan Akses

AS

AS Terbuka untuk Bicara Jika Korea Utara Siap Lucuti Senjata


Menteri Luar Negeri Amerika Rex Tillerson memberikan pernyataan soal Korea Utara di Washington DC hari Selasa (15/8).

Menteri Luar Negeri Amerika Rex Tillerson hari Selasa (15/8) mengatakan, Amerika tetap siap melakukan pembicaraan dengan Korea Utara, sementara Kim Jong Un menunda ancaman untuk menembakkan rudal ke lepas pantai Guam, wilayah Amerika di Samudera Pasifik.

Peningkatan konfrontasi antara Amerika dan Korea Utara terhenti hari Selasa setelah Kim Jong Un menunda keputusan untuk menembakkan rudal ke lepas pantai Guam.

Menteri Luar Negeri Amerika Rex Tillerson mengatakan langkah selanjutnya terserah Kim.

"Kami tetap ingin untuk mencari jalan guna berdialog, tetapi itu terserah dia," ujar Tillerson.

Tetapi Amerika juga mengatakan Korea Utara harus menghentikan uji coba rudal balistik dan nuklir sebelum perundingan mengenai denuklirisasi semenanjung Korea bisa dimulai.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Heather Nauert mengatakan, "Korea Utara harus mengambil beberapa langkah sangat serius dan menunjukkan kepada kita bahwa mereka serius dalam minat dan niatnya terkait denuklirisasi di semenanjung Korea. Mereka harus berbuat lebih dari sekedar menuda peluncuran rudal."

Terhentinya konfrontasi bukan berarti aksi militer tidak lagi menjadi pilihan. Menteri Pertahanan Jim Mattis mengatakan Amerika tetap siap membela diri jika Korea Utara pada akhirnya tetap meluncurkan rudal ke Guam.

Menurut analis, satu-satunya cara menghindari terjadinya lagi perang di Semenanjung Korea adalah diplomasi, dan China harus menjadi bagian dari proses tersebut.

Mantan panglima NATO Laksamana James Stavridis mengatakan, "Alasannya sederhana, uang. China menguasai 90 sampai 95 persen ekonomi Korea. Negara itu berbatasan darat dengan Korea Utara. China menguasai samudera dan laut di sekitarnya, jika negara itu menginginkannya. China bisa langsung menutup Korea Utara."

Amerika melihat adanya perubahan bertahap dalam sikap China terhadap Korea Utara. Dukungan negara itu baru-baru ini pada resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai sanksi terhadap Korea Utara dilihat sebagai bukti bahwa China "sedang menuju ke arah yang benar." [ka/ds]

XS
SM
MD
LG