Tautan-tautan Akses

Kyiv Bantah Tuduhan Rudal Korut Gunakan Teknologi dari Pabrik Senjata Ukraina

  • Daniel Schearf

Korea Utara melakukan uji coba peluncuran rudal balistik Hwasong-14 (foto: dok). Spekulasi bermunculan mengenai dari mana Korea Utara memperoleh teknologi rudal balistiknya.

Pejabat-pejabat Ukraina dengan cepat membantah keras tuduhan bahwa rudal Korea Utara mungkin menggunakan teknologi mesin yang diperoleh dari sebuah pabrik senjata Ukraina.

VOA mewawancarai analis yang melontarkan tuduhan itu, Michael Elleman. Tuduhan itu pertama kali dimuat oleh suratkabar New York Times dan di situ Elleman juga mengemukakan kemungkinan Rusia juga menjadi sumber teknologi tersebut.

Ukraina ingin melenyapkan gagasan yang menunjukkan pihaknya membantu mempersenjatai Korea Utara yang mengancam akan meluncurkan rudal ke arah Guam, pulau dan wilayah Amerika di Pasifik.

Pejabat maupun analis Ukraina dengan cepat membantah tuduhan bahwa besar kemungkinan sebuah pabrik senjata eks Uni Soviet yang menjadi sumber teknologi mesin yang digunakan rudal Korea Utara.

Mykola Sunhurovskyi dari Ruzumkov Center mengatakan, "Tidak mungkinlah melangkahi prosedur ekspor untuk memberi teknologi itu kepada Korea Utara. Yang mungkin ialah Korea Utara memperoleh mesin-mesin yang ditinggal setelah pembongkaran roket di Rusia. Itu mungkin."

Penulis hasil penyelidikan itu dikutip dalam New York Times selaku mengatakan Korea Utara barangkali mendapat bantuan gelap dari dalam Ukraina, meskipun bantuan serupa bisa juga datang dari Rusia.

Michael Elleman dari International Institute For Strategic Studies mengatakan, "Banyak sekali ketidakpastian mengenai bagaimana teknologi mesin itu bisa diperoleh Korea Utara. Namun, saya pikir kemungkinan sumbernya ada di Rusia atau Ukraina."

Analis lain berpendapat Korea Utara bisa membuat mesin sendiri tidak perlu bantuan asing. Tetapi semua sependapat permintaan Ukraina agar dilakukan penyelidikan adalah ide yang bagus.

"Permintaan Ukraina dilakukan penyelidikan dapat mengakhiri tudingan berbagai pihak terhadap Ukraina bahwa Ukraina tetap saja berdagang dalam sesuatu yang dilarang oleh perjanjian atau kesepakatan internasional," kata Volodymyr Horbulin, Direktur National Institute for Strategic Studies.

Tuduhan muncul sementara Korea Utara mengancam akan menembakkan rudal ke dekat pulau Guam, wilayah Amerika. Beberapa pakar di Ukraina resah tuduhan tersebut bisa mempengaruhi keputusan Amerika memberi atau tidak senjata pertahanan untuk memerangi separatis yang didukung Rusia di Ukraina timur.

"Pembicaraan masih berlangsung mengenai kemungkinan alih senjata kepada Ukraina. Tuduhan itu bisa berdampak negatif bagi pembicaraan itu," ujar Ihor Fedyk, analis pada Center for Army.

Sementara tuduhan Elleman diselidiki, Korea Utara tampaknya sudah mundur dari ancaman hendak menembakkan rudal ke dekat Guam, dengan alasan ingin melihat langkah apa yang akan diambil Amerika berikutnya. [al]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG