Tautan-tautan Akses

Insinyur NASA Jadi Inspirasi Karir di Bidang Sains dan Teknologi


Pada awal tahun 2017, Costa Rica mengeluarkan perangko untuk menghormati Sandra Cauffman, kelahiran Costa Rica, sebagai Insinyur NASA (foto: ilustrasi).

Dari awal yang sederhana, seorang insinyur NASA memperjuangkan jenjang karirnya dan juga untuk orang-orang lain

Bulan Juli, 48 tahun yang lalu, astronot Amerika Neil Armstrong menjadi manusia pertama yang menginjakkan kaki di bulan. Gambar tersebut memukau anak perempuan Costa Rica ketika menyaksikannya lewat televisi tetangga.

Sandra Cauffman menjelaskan bagaimana kejadian itu memulai perjalanan karirnya di NASA.

“Saya berusia 7 tahun ketika menonton pendaratan Apollo. Bagi saya, saya ingin menjadi bagian dari petualangan itu. Saya ingin ke bulan. Itulah yang saya katakan kepada ibu saya, saya ingin pergi ke bulan,” katanya.

Ia menambahkan, “Saya takjub dengan perjalanan yang saya tempuh dan bagaimana saya akhirnya bisa membantu menyelidiki misteri antariksa.”

Sekarang Sandra Cauffman bekerja untuk NASA, sebagai wakil direktur divisi sains bumi. Ia termasuk satu diantara segelintir pemimpin perempuan keturunan hispanik di NASA, di mana ia mengabdi selama 25 tahun. Sementara ia bangga dengan hasil karya timnya pada proyek teleskop antariksa Hubble dan kendaraan penjelajah Rover ia juga memperjuangkan misi lainnya: menyemangati anak-anak muda khususnya remaja putri meniti karier dalam bidang sains dan teknologi.

Sandra Cauffman, Insinyur NASA (kanan)
Sandra Cauffman, Insinyur NASA (kanan)

“Apa yang sejak lama ingin saya lakukan adalah menanamkan kepada remaja putri bahwa meskipun kita perempuan bukan berarti tidak bisa menjadi ilmuwan atau insinyur. Meskipun orang tua kita tidak mengenyam pendidikan di sekolah, itu bukan berarti kita tidak bisa sekolah,” lanjut Sandra.

Sandra Cauffman tumbuh besar dalam lingkungan miskin tapi ia mendapat dukungan sangat besar dari ibunya. Dukungan itu membantunya mengatasi perilaku seksis sebagai mahasiswi teknik. Ketika ia pindah bersama keluarganya dari Costa Rica ke Virginia di Amerika, ia mendapat latihan yang diperlukan untuk memulai karirnya di Pusat Penerbangan Antariksa Goddard NASA dekat Washington.

“Bekerja pada NASA memungkinkan saya untuk merancang dan menguji piranti keras, bekerja bersama-sama ilmuwan berbakat dan merancang misi baru untuk penjelajahan antariksa. Saya bekerja sama dengan banyak orang hebat yang memikirkan hal-hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya dan mereka sangat mengilhami diri saya setiap hari,” paparnya.

Kini, ia sendiri juga menjadi sumber inspirasi, bulan Maret ia termasuk diantara tiga perempuan yang diberi penghormatan oleh negara asalnya dan diabadikan pada perangko. Cauffman mendorong lebih banyak perempuan untuk memasuki bidang sains dan teknik.

"Kita membutuhkan keragaman, kita berpikir secara berbeda, memandang permasalahan secara berbeda. Kita juga membutuhkan panutan,” kata Sandra Cauffman.

Cauffman berencana untuk membentuk yayasan guna membantu anak-anak muda mengatasi rintangan .

“Hidup tidak mudah, tapi kondisi tempat kita dilahirkan tidak seharusnya menentukan kita akan menjadi apa. Kita bisa mengendalikan masa depan kita, jadi gantungkan cita-cita setinggi langit dan tetapkan beberapa sasaran jangka pendek diantaranya,” ujarnya.

Baru-baru ini insinyur NASA itu mencapai tonggak penting lainnya. Selain diabadikan pada perangko, ia juga mendapat dukungan dari Asosiasi Insinyur Listrik Costa Rica yang di masa lalu pernah menolak perempuan sebagai anggotanya. [my/jm]

XS
SM
MD
LG