Tautan-tautan Akses

Mengincar Pemodal Ventura di Coupa Cafe Silicon Valley


Ada sebuah cafe di jantung Silicon Valley di mana nama-nama besar dalam bidang teknologi pernah membeli minuman kopi, yang menarik para pengusaha rintisan berusaha menarik minat para pemodal usaha rintisan yang menemui para calon klien di meja-meja kayu di kafe itu.

Sebagaimana dilaporkan Deana Mitchell, cafe Coupa di Palo Alto, California, memiliki pesona tersendiri.

Silicon Valley adalah pusat industri teknologi, tetapi di mana pusat Silicon Valley? Tampaknya mungkin di sini, sebuah tempat yang tampak seperti cafe biasa.

Bagi komunitas teknologi, cafe Coupa adalah tempat pertemuan tokoh-tokoh di Silicon Valley, dimana para pendiri usaha rintisan yang bisa membeli kopi dengan mata uang digital bitkoin, sambil berusaha menarik perhatian para investor agar menanam modal pada usaha mereka.

Erik Sokol, asisten profesor di Universitas Stanford mengatakan, “Saya ingat pernah melihat Mark Zuckerberg duduk di sini dan mengadakan pertemuan, dan orang-orang datang.”

“Sergei Brin pernah datang dengan mengenakan kacamata Google sehingga orang-orang memotretnya dan memasangnya di Twitter,” kata Jean Paul Coupal salah seorang pendiri Coupa Cafe.

Jean Paul Coupal yang kelahiran Venezuela membuka usaha kafe itu dengan ibu dan adiknya. Tujuan mereka : memperkenalkan kopi yang langsung dibeli dari petani dan kuliner organik dari Venezuela ke Silicon Valley.

“Kami berupaya menciptakan sebuah tempat dan lingkungan terasa seperti di rumah dimana seorang merasa kerasan. Kami menyajikan kopi spesial dari seluruh dunia, martabak sejenis crepes dan bahkan makanan khas Venezuela 'arepas',” imbuhnya.

Lebih dari sekedar dinding yang dihiasi dengan indah dan makanan lezat, ada daya tarik yang tidak berasal dari mesin kopi espresso. Dunia bisnis online sangat terasa kehadirannya di cafe ini. Jika Anda berada di tempat yang tepat, pada saat yang tepat, Anda mungkin bisa duduk di meja dunia maya.

“Dengan hanya berada di sini, minum kopi dan melakukan pertemuan bisnis di Coupa, saya akhirnya menjadi penasehat dua perusahaan rintisan. Inilah dahsyatnya peluang membentuk jaringan di Coupa,” ujar Erik Sokol.

Dengan keberadaan Universitas Stanford dan beberapa perguruan tinggi lain di dekatnya, peluang untuk memperoleh kesempatan seperti itu tidak disia-siakan oleh para mahasiswa lokal yang tertarik pada teknologi.

“Saya duduk di sini mempelajari java-script di Coupa. Jika seseorang kebetulan melihat apa yang saya kerjakan dan menawarkan bantuan, jelas saya tidak akan menolaknya,” kata Katie Kennedy, yang masih berstatus mahasiswa.

“Banyak usaha rintisan di daerah itu yang datang dan melakukan pekerjaan mereka di kafe Coupa, bergulat dengan program komputer sepanjang hari. Kami melihat begitu banyak produk yang dikembangkan di Coupa,” tutur Jean Paul.

Rahasia keberhasilan cafe ini mungkin karena menjadi cafe yang tepat di tempat yang tepat pada saat yang tepat. [em/ds]

XS
SM
MD
LG